google-site-verification=bB-X4z6_xXeI72_wdRL6X4bzdLSoAXLWxU0FGIIw1so Diduga Makan Racun, Gajah Betina Mati dan Membusuk di Konsesi PT LAJ

Diduga Makan Racun, Gajah Betina Mati dan Membusuk di Konsesi PT LAJ


SUARATEBO.NET - Seekor gajah berjenis kelamin betina ditemukan mati dan membusuk di Konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), tepatnya di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada Rabu (08/05/2019).

Bangkai gajah yang sudah membusuk ini pertama kali ditemukan oleh Tim Ranger Wildlife Conservation Area (WCA) PT LAJ. Hal tersebut dibenarkan oleh General Manager (GM) PT LAJ, Widiarsono. Dia mengatakan bahwa saat ini kematian gajah tersebut tengah diselidiki oleh tim BKSDA dan Polres Tebo.

"Apa penyebab kematian gajah itu, kita belum tahu," kata Widiarsono Kamis (09/05/2019).

Kematian seekor gajah betina ini langsung tercium pihak BKSDA dan Polres Tebo. Tim langsung melakukan pengecekan dilokasi. Dilokasi tempat penemuan gajah, Tim juga mendatangkan Dokter hewan dr. H Musliadi untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah.

Untuk mengetahui penyebab kematian gajah, Dokter hewan mengambil sejumlah organ tubuh gajah berupa Jantung, hati, isi lambung, limpa dan paru untuk dijadikan Sample kemudian akan dibawa ke laboratorium. Setelah dilakukan pengambilan sampel organ tubuh gajah yang dilakukan oleh dr.h Musliadi, kemudian bangkai gajah langsung dilakukan penguburan di TKP yang dilakukan oleh pihak BKSDA Jambi.

Meski belum tau persis apa penyebab kematian gajah, namun sedikitnya pihak BKSDA mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dilokasi kejadian yang diduga penyebab kematian satwa gajah yang dilindungi ini yaitu berupa 1 jerigen di duga bekas racun rumput di pondok 1, cambah jagung merah di lokasi pondok ke 2. Selain itu, Tim juga menemukan 1 ekor Gajah yang telah Mati, 2 Pondok warga yang telah rusak, tanaman kelapa sawit yang Rusak dan kotoran gajah.

Ketua Tim BKSDA Jeprianto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini Tim BKSDA dan Polres Tebo masih menyelidiki penyebab kematian gajah dengan cara mengambil sample dari organ tubuh gajah yang dilakukan Dokter hewan.

"Bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidik invesigasi. Hasilnya baru diketahui setelah dibawa ke Laboratorium," jelasnya.

Sementara, pantauan media ini dilokasi melihat pada saat ingin proses Nekropsi, Tim sempat dihalangi oleh pihak LAJ. Namun, setelah dilakukan mediasi antara Tim BKSDA dan pihak LAJ baru diberikan izin untuk pengambilan gambar dan Nekropsi. (ST,END)