Kajari Ingin Jadikan Wisata Budaya Dan Agrowisata

Kajari Ingin Jadikan Wisata Budaya Dan Agrowisata


Suaratebo.net, Tebo - Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Dahan, desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, berdomisili di lahan seluas 201 hektar yang berada didalam kawasan izin PT. WKS. Lahan tersebut beberapa tahun yang lalu telah dibebaskan oleh PT. WKS yang diperuntukan khusus bagi warga SAD dan saat ini lebih dari 50 kepala keluarga (KK) dari 2 kelompak tinggal menetap dilokasi tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi warga SAD, tahun 2016 lalu Pemkab Tebo telah membangun sekolah alam dilokasi tersebut. Pemkab Tebo juga telah menempatkan dua orang guru atau tenaga pengajar bagi warga SAD.

Atas dampingan Oktaviandi Muhklis dan Ahmad Firdaus, saat ini warga SAD Sungai Dahan sudah hidup menetap. Bercocok tanam merupakan kegiatan sehari-hari mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tahun berlalu, warga SAD yang sebelumnya menganut paham kepercayaan, rata-rata saat ini telah memeluk agama Islam. Hal ini terbukti, mereka telah membangun mushola secara swadaya dilokasi pemukiman mereka.

“Kalau warga SAD berkenan, kedepannya kita akan membuat wilayah ini menjadi loaksi wisata budaya, agrowisata dan wisata alam. Apalagi hari ini kita telah menanam pohon diareal sini,”kata Teguh Suhendro kajari Tebo.

Menurut Kajari menjelaskan, tidak jauh dari pemukiman SAD terdapat perkebunan jeruk seluas 15 hektar milik warga. Tidak itu saja, juga ditemukan beberapa air terjun dan goa dan lainya.

“Jadi sangat berpotensi sekali jika wilayah ini dijadika lokasi wisata budaya, agrowisata dan wisata alam,”kata Kajari. (ST-BS2)