Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan


Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan

Simak perkembangan inflasi Tebo Oktober 2026, kenaikan harga cabai, dan antisipasi dampak kekeringan sektor pertanian. Baca selengkapnya di sini!
Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi menghadiri rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemprov Jambi di Swiss-Belhotel Jambi

Jambi, Suaratebo.net - Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, S.E., M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (23/10/2026). Kegiatan resmi yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., ini berfokus pada penguatan koordinasi lintas wilayah guna menjaga stabilitas harga pangan dan mengantisipasi tekanan inflasi di daerah.

Stabilitas Harga Pangan dan Kenaikan Komoditas di Tebo

Dalam forum TPID tersebut, Pemerintah Kabupaten Tebo melaporkan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok secara umum pada Oktober 2026 masih berada dalam tingkat yang relatif stabil. Meskipun demikian, terdapat deviasi harga pada beberapa komoditas tertentu yang mengalami kenaikan akibat dinamika pasokan di pasaran, di antaranya komoditas bawang merah dan cabai besar.

"Secara umum harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tebo masih terkendali dan relatif stabil, namun ada beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai besar yang mengalami kenaikan harga," ujar Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, S.E., M.Si., di Jambi, Jumat (23/10/2026).

Gerakan Pangan Murah dan Tantangan Sektor Pertanian Akibat Cuaca Panas

Sebagai langkah mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat serta meredam gejolak harga, Pemkab Tebo secara aktif menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini telah berjalan melalui sinergi lintas instansi bersama Bank Indonesia, Perum Bulog, serta unsur pemerintah daerah.

Kendati ketersediaan stok bahan pangan terpantau aman, tantangan struktural mulai dirasakan pada sektor hulu pertanian. Kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda memicu penurunan produktivitas, termasuk kasus gagal panen padi di sejumlah titik wilayah Tebo. Selain sektor pertanian, ketersediaan air bersih dan irigasi juga mulai menjadi perhatian serius meskipun wilayah Tebo berada di kawasan hulu.

"Kami telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah beberapa kali dengan dukungan stakeholder untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan terjangkau. Di sisi lain, tantangan utama kita saat ini adalah cuaca panas yang berdampak pada sektor pertanian, menyebabkan gagal panen padi di sejumlah area, serta mulai dirasakannya kekeringan di beberapa wilayah," tambahnya.

Menindaklanjuti hasil rapat TPID Provinsi Jambi ini, Pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan distribusi pangan serta mengoptimalkan program intervensi pasar secara berkala. Langkah kolaboratif bersama instansi vertikal dan pemangku kepentingan terkait akan terus digalakkan guna menjamin ketahanan pangan daerah serta meminimalkan dampak iklim terhadap perekonomian masyarakat hingga penghujung tahun 2026. HS

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan
  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan
  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan
  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan
  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan
  • Inflasi Tebo Terkendali, Pemkab Waspadai Dampak Kekeringan