Kemnaker Gelar Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK di Brebes: Targetkan 50 Ribu Tenaga Kerja Terserap Pasar
![]() |
| Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi meninjau pelatihan kerja berbasis kompetensi di PT Bintang Indokarya Gemilang Brebes Jawa Tengah. |
Brebes, Suaratebo.net - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah taktis untuk mempercepat pemulihan ekonomi tenaga kerja dengan membuka Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program penyiapan tenaga kerja terampil ini diresmikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, di fasilitas manufaktur PT Bintang Indokarya Gemilang, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari peta jalan strategis pemerintah pusat dalam merevitalisasi kapasitas angkatan kerja nasional. Secara keseluruhan, program vokasi tersebut menargetkan kuota 50.000 peserta di seluruh Indonesia guna menekan laju pengangguran terbuka akibat dinamika perindustrian terkini.
Di tingkat regional, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang bertindak sebagai penggerak utama dengan membidik 2.464 peserta yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah. Khusus di Kabupaten Brebes, implementasi langsung diintegrasikan dengan sektor industri lokal. Sebanyak 32 peserta angkatan pertama menjalani pelatihan terarah yang dipersiapkan langsung untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di PT Bintang Indokarya Gemilang.
Cris Kuntadi menegaskan bahwa kepemilikan kompetensi yang relevan merupakan kunci proteksi utama bagi pekerja di tengah pesatnya perubahan lanskap dunia usaha. Kurikulum pelatihan diformulasikan tidak hanya berorientasi teori, melainkan berbasis praktik riil yang disinkronkan dengan standar manufaktur modern.
"Kompetensi menjadi modal penting agar pekerja tetap relevan di tengah perubahan dunia kerja. Kami berharap Pelatihan Berbasis Kompetensi dapat memberikan manfaat nyata bagi para pekerja terdampak PHK, sehingga mereka memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat untuk kembali memasuki pasar kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Cris dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kehilangan pekerjaan bukanlah titik henti dalam perjalanan profesional seseorang, melainkan sebuah ruang transisi untuk meningkatkan daya saing melalui pembekalan keahlian baru (reskilling) maupun pendalaman keahlian lama (upskilling).
"Jangan melihat PHK sebagai akhir dari perjalanan karier, tetapi jadikan momentum untuk membuka jalan menuju kesempatan yang baru, baik untuk kembali bekerja di industri maupun merintis usaha mandiri," tuturnya.
Keberhasilan program di Brebes ini merupakan wujud kolaborasi tripartit antara BBPVP Semarang, Pemerintah Kabupaten Brebes, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Brebes. Kerja sama terpadu antara regulator dan asosiasi pengusaha memastikan keluaran pelatihan memiliki tautan langsung (link and match) dengan daya serap industri lokal, sehingga risiko ketidaksesuaian kualifikasi kerja dapat diminimalkan.
Selain membuka program di PT Bintang Indokarya Gemilang, Cris Kuntadi turut meninjau pelaksanaan program Tailor Made Training (TMT) di Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Anugerah Trikarya Utama. BBPVP Semarang menargetkan penyelenggaraan 741 paket pelatihan TMT dengan cakupan 11.856 orang, yang dapat diakses oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, hingga lembaga pelatihan swasta.
Pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat pencari kerja untuk memanfaatkan berbagai fasilitas penempatan dan peningkatan keterampilan ini secara cuma-cuma. Pendaftaran dan informasi ekosistem ketenagakerjaan dapat diakses daring melalui platform SIAPkerja dan portal resmi skillhub.kemnaker.go.id. (HS)


