Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan


MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026

Kehadiran ratusan pengajar tersebut bukan sekadar memenuhi agenda pertemuan, melainkan mencerminkan besarnya semangat, keikhlasan, dan tanggung jawab

 Merawat Istiqamah, Meneguhkan Pengabdian, Menebarkan Cahaya Al-Qur’an di Tanah Sumatra

MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026

Tebo, Jambi - Suaratebo.net - Dengan penuh syukur kepada Allah SWT, Majelis Muallimil Al Quran  (MMQ) ke-29 Metode Qira’ati Cabang Jambi bersama Koordinator Pusat berlangsung khidmat pada 29–30 Rabiul Akhir 1448 H, bertepatan dengan 10–11 Oktober 2026 M, di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo, Jambi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pejuang Al-Qur’an untuk mempererat ukhuwah, menyatukan langkah, dan meneguhkan komitmen dalam menjaga mutu pengajaran Al-Qur’an melalui Metode Qira’ati. Sebanyak 600 pengajar Al-Qur’an hadir dari berbagai wilayah dalam koordinasi cabang dan daerah, meliputi Tebo, Bungo, Dharmasraya, Merangin, Sarolangun, hingga Palembang.

Kehadiran ratusan pengajar tersebut bukan sekadar memenuhi agenda pertemuan, melainkan mencerminkan besarnya semangat, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan mendidik generasi Qur’ani.

MMQ ke-29 turut dihadiri jajaran Koordinator Pusat Metode Qira’ati, yaitu Dr. KH. Usman Dahlan, Ny. Hj. Siti Aisyah Dahlan, dan Ny. Hj. Lathifah Hanum. Kehadiran mereka menjadi kehormatan sekaligus sumber motivasi bagi seluruh peserta untuk menjaga amanah pengajaran Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh dan istiqamah.

Sejumlah pengasuh pondok pesantren juga hadir memberikan dukungan, di antaranya Dr. KH. Ubaidillah Mudarris, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Hasanah Palembang; Dr. Mursyid Annajmi, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Mandiangin, Sarolangun; Gus Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Palembang; serta Kiai Syamsul, Pengasuh Pondok Pesantren ANNUUR Singkut.

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi bagi para pengajar, pengasuh, dan pegiat pendidikan Al-Qur’an untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, serta menyamakan visi dalam melahirkan generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah yang telah ditetapkan.

Dalam pesan dan motivasinya, Dr. KH. Usman Dahlan menegaskan bahwa MMQ ke-29 bukan hanya forum koordinasi dan penguatan mutu pembelajaran, tetapi juga momentum untuk mengenang perjalanan panjang dakwah Al-Qur’an, khususnya keteladanan Kiai Burhan.

Beliau menyampaikan bahwa pertemuan ini hendaknya menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus meneladani kegigihan dan keistiqamahan Kiai Burhan dalam mendidik serta mengajarkan Al-Qur’an di tanah Sumatra.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa perkembangan Metode Qira’ati hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu yang mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan keikhlasan demi menjaga kemurnian serta mutu pengajaran Al-Qur’an.

Perjuangan itu mengajarkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan atau banyaknya peserta didik, tetapi juga dari keteguhan menjaga amanah, kesungguhan dalam mengajar, dan kesediaan berkhidmat dari generasi ke generasi.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Umi Hj. Ulil Azmi Dewi Hafsah. Beliau mengungkapkan terima kasih atas keikhlasan, kebersamaan, dan perjuangan seluruh pihak yang memungkinkan Metode Qira’ati terus berkembang serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Menurut beliau, capaian hingga saat ini merupakan buah dari kebersamaan dan ketulusan dalam mengemban amanah mengajarkan Al-Qur’an. Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, lanjutnya, berperan sebagai embrio yang turut mendorong perkembangan Metode Qira’ati agar semakin baik dan luas manfaatnya.

Dengan penuh kerendahan hati, beliau menyampaikan harapan yang sarat makna:

"Semoga Raudhatul Mujawwidin yang berada di tengah-tengah hutan ini menjadi taman-taman surga-Nya Allah. Aamiin."

Ungkapan tersebut bukan sekadar doa bagi sebuah lembaga pendidikan, melainkan cerminan cita-cita agar pesantren senantiasa menjadi tempat tumbuhnya ilmu, tertanamnya adab, terjaganya keikhlasan, dan lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Di tengah kesederhanaan lingkungan dan panjangnya perjalanan pengabdian, tersimpan harapan besar agar setiap ikhtiar pendidikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

Menjaga Amanah, Melanjutkan Perjuangan

Terselenggaranya MMQ ke-29 Metode Qira’ati Cabang Jambi bersama Koordinator Pusat menjadi pengingat bahwa mengajarkan Al-Qur’an merupakan amanah mulia yang menuntut ilmu, kesabaran, kedisiplinan, dan istiqamah.

Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan atas agenda yang telah terlaksana, tetapi menjadi penguat untuk membawa semangat baru ke daerah masing-masing. Setiap pengajar diharapkan pulang dengan tekad yang lebih kokoh, kesadaran yang lebih mendalam, dan komitmen yang semakin kuat dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an serta membimbing generasi penerus.

Enam ratus pengajar yang hadir menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan cahaya Al-Qur’an terus menerangi ruang-ruang pendidikan, keluarga, pesantren, dan kehidupan masyarakat.

Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ini disyukuri sebagai karunia dan pertolongan Allah SWT. Semoga setiap langkah para guru Al-Qur’an dicatat sebagai amal saleh, setiap lelah menjadi keberkahan, setiap ilmu memberi manfaat, dan setiap pengabdian menjadi jalan menuju rida-Nya. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026
  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026
  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026
  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026
  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026
  • MMQ Ke-29 Metode Qira'ati Cabang Jambi 2026