Salurkan Hoby, Komunitas Pemikat Ayam Hutan Tebo Adakan Mikbar

Salurkan Hoby, Komunitas Pemikat Ayam Hutan Tebo Adakan Mikbar



Suaratebo,net - Puluhan peserta yang tergabung dalam Komunitas Pemikat Ayam Hutan Tebo ikuti lomba mikat bareng (Mikbar) ayam hutan di wilayah PT. LAJ, TMA dan PT HTI Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kegiatan Mikbar tersebut digelar pada hari Rabu (27/05/2020) yang di ikuti sebanyak 41 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Tebo. Bahkan, dalam kegiatan tersebut sejumlah peserta dari Sei. Rengas Kab. Batanghari pun ikut meramaikan sayembara tropi beserta uang tunai.

Dalam kegiatan ini, Peserta tercepat dan berhasil  mendapatkan taji ayam hutan terpendek berhak mendapatkan trofi beserta uang tunai mulai dari 200 hingga 500 ribu rupiah.

Adapun Pemenang Mikbar ini berhasil di rebut oleh Doni peserta dari Desa Pelayang, Kec. Tebo Tengah. Ia berhasil membawa piala Trofi dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah.

Sementara, juara dua berhasil diraih oleh Man Maya yang merupakan peserta dari Desa Teluk Singkawang, Kec Sumay. Selanjutnya di susul Buyung peserta dari Desa Pasir Mayang, Kec. VII Koto Ilir Kabupaten Tebo.

Wahyu Cino, selaku Ketua pelaksana Mikbar mengatakan bahwa kegiatan mikat ini merupakan warisan nenek moyang yang diwariskan turun-temurun. Mikat ayam ini adalah menyalurkan hoby para pecinta ayam hutan.

"Alhamdulillah kegiatan Mikbar ini sukses tanpa ada kendala," ujar Wahyu.

Selain hoby, Wahyu juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi para pecinta ayam hutan terutama di Kabupaten Tebo. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan silaturrahmi tetap terjaga.

"Dari mikat ayam ini kita bisa kenal satu sama lain, yang jelas menambah banyak kawan," jelasnya.

Sementara, Doni selaku pemenang Mikbar mengucapkan terimakasih banyak kepada kawan-kawan dari VII Koto yang memfasilitasi mikbar ini. Dirinya juga merasa bangga atas keberhasilan yang ia dapat.

"Awalnya sayo dak percaya atas keberhasil ini, namun itu lh nama nya Rizki. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan "SALAM KUPING PUTIH", tutup Doni. (ST, Zie)