Aksi Damai Warga Tuo Sumay Minta Kadesnya Dicopot

Aksi Damai Warga Tuo Sumay Minta Kadesnya Dicopot


Suaratebo.net, Muaratebo - Puluhan Warga Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay pada selasa (10/07/2018) sekitar pukul 11:30 wib menggelar aksi damai di Komplek Perkantoran Bupati Tebo. Warga tersebut meminta agar Puad di berhentikan dari jabatannya sebagai kepala desa.

Dalam orasinya warga menyampaikan bahwa ada banyak temuan di Desa Tuo Sumay yaitu terkait penyalahgunaan dana desa (DD) dari tahun 2015 hingga 2017 dan mempertanyakan pembubaran anggota Bumdes. Selain itu, Warga juga meminta agar temuan ini di periksa atau di audit oleh Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Inspektorat.

Usai melakukan orasi, perwakilan dari warga desa Tuo Sumay di pertemukan dengan Pemkab Tebo melalui Kepala Inspektorat Teguh Arhadi yang di wakili oleh Sekdisnya H.Setyoko di ruang rapat Sekda Tebo yang juga di dampingi oleh aparat keamanan Polres Tebo.

Mustafa Kamal, sekretaris BPD yang juga ikut menggelar orasi meminta agar Bupati Tebo segera mengaudit DD di Desa Tua Sumay, karena banyak dugaan penyimpangan penyalahgunaan DD. Sebagai bentuk kekesalannya, ia juga meminta agar kades nya di berhentikan.

"Kita minta temuan ini di audit, karena dari tahun 2015 hingga 2017 banyak sekali kejanggalan yang terjadi. Bahkan, setiap ada pembangunan kades tidak pernah melakukan musyawarah," kata Mustafa. 

Dirinya juga meminta agar Bupati membatalkan pembelian (motor ketek) transportasi air bekas yang tanpa musyawarah lagi dengan masyarakat, dan menurut aturannya bahwa tidak boleh beli motor pelayangan bekas. Karena tempat penyebrangan nya kurang strategis alias sepi penumpang.

"motor penyebrangan pribadi aja sepi, apa lagi punya desa. Penyebabnya tempat kurang strategis, jadi percuma di beli. Bahkan, belinya tidak ada lagi musyawarah desa, tiba-tiba motor itu ada," katanya.

Sementara, Sekretaris Inspektorat H.Setyoko saat dikonfirmasi sejumlah media mengatakan bahwa warga tersebut meminta agar temuannya itu segera di audit. Permasalahan ini, lanjutnya, secepatnya akan disampaikan ke Bupati.

"Hari ini (10/07/2018,red) apa yang disampaikan warga desa Tuo Sumay segera kita sampaikan ke Bupati," tutup Setyoko. (ST-end)