Misteri Keganasan Buaya di Tebo Ulu Terungkap

Misteri Keganasan Buaya di Tebo Ulu Terungkap



Suaratebo.net. Muaratebo - Misteri keganasan buaya Sungai Batanghari yang menimpa dua warga Kecamatan Tebo Ulu, pada Februari 2018 lalu hingga kini masih menyisahkan banyak pertanyaan warga Tebo. Apa sebenarnya yang terjadi di Tebo Ulu?    

Namun, dibalik peristiwa tersebut, ada cerita menarik pasca dua orang warga Kecamatan Tebo Ulu di terkam buaya. Pasalnya, pada sabtu (10/03/2018) pagi dan malam seorang wanita di Tebo ulu tiba tiba tumbuhnya menyerupai bentuk buaya. Percaya atau tidak dengan informasi tersebut, namun hal ini benar benar terjadi di Kecamatan Tebo Ulu.

Seperti yang disampaikan  Ketua dusun 6, Kecamatan Tebo Ulu, Taufik, mengaku bahwa informasi tersebut benar, bahwa pada sabtu lalu memang ada seorang wanita yang tubuhnya persis seperti bentuk buaya.

"Ya benar, tubuh wanita itu kemasukan buaya. Warga juga sempat dialog dengan buaya yang masuk kedalam tubuh wanita itu," Ujar Taufik, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Tebo Ulu, pada senin (12/03/2018).

Dalam isi dialog, lanjut Taufik, dirinya mengatakan bahwa ada semacam ucapan atau Nazar salah satu warga Tebo ulu yang terlupakan, sehingga mengakibatkan musibah yang menimpa warga.

"Musibah ini mungkin teguran dari Allah, dalam ucapan yang di sampaikannya itu, ada omongan warga ingin memotong kerbau di SMA 18 di Tebo Ulu, jika sekolah tersebut jadi di dirikan, namun hingga saat ini belum tersampaikan niatnya itu," terang Taufik.

Selain Nazar yang belum dilaksanakan, ada juga perbuatan jahil akibat ulah manusia di Tebo ulu sendiri yang mengakibatkan buaya di dalam sungai tersakiti.

"buaya juga meminta warga agar mengobati matanya yang perih akibat putas (racun ikan) pada saat warga menangkap ikan di sungai, "sebutnya lagi.

Saat ditanya kapan rencana warga memotong kerbau di SMA 18 itu, Taufik belum bisa memastikan kapan acara itu dilakukan, pihaknya kini masih menunggu waktu yang pas untuk memotong kerbau itu.

Perlu diketahui pada bulan Februari 2018 lalu ada musibah yang menggemparkan di Kecamatan Tebo ulu. Pasalnya, dalam waktu beberapa hari saja dua orang warga pulau Jelmu dan Desa Malako Intan kecamatan Tebo di terkam buaya.

Kejadian pertama itu terjadi ada hari  Sabtu (17/02) lalu, warga Pulau Jelmu bernama Hofsah (35) di terkam Buaya saat mandi di Sungai Batanghari yang jaraknya 100 meter dari rumah korban. Beruntung jasad korban ditemukan warga dalam keadaan utuh.

Empat hari setelah Hofsah (35) di terkam Buaya, warga desa Malako Kecamatan Tebo Ulu, pada rabu (21/02) sore kembali di gegerkan dengan seorang nenek bernama Samsidar (66) hilang misterius.

Hilangnya nenek tersebut ternyata juga korban keganasan buaya Sungai Batanghari. Pasalnya, jasad Samsidar di temukan warga kurang lebih 1,5 Km dari TKP dengan kondisi yang sangat mengenaskan, karena bagian pinggang kebawah sudah tidak ada. Selain itu, kedua lengan korban juga tidak ada, warga menduga korban dimakan buaya. (ST-end)