1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut, Kapolri Puji Tim Gabungan
![]() |
| Aparat penegak hukum mengamankan barang bukti 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 dalam operasi gabungan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. (Generate by Gemini AI) |
Medan, Suaratebo.net - Sinergi lintas instansi melalui operasi gabungan (joint operation) berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton (1.160 kilogram) ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Operasi yang melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta kepolisian perairan ini berujung pada penahanan kapal bermuatan narkotika di Pelabuhan Belawan pada Senin (21/10/2026).
Kolaborasi taktis lintas instansi ini menjadi bukti nyata pentingnya upaya terpadu dalam ranah deteksi, pengawasan, dan penindakan guna memutus rantai peredaran narkotika jaringan internasional yang kerap memanfaatkan jalur laut Indonesia.
Kronologi Penangkapan Kapal MT Global 168
Pengungkapan kasus berskala besar ini berawal dari pemantauan intelijen maritim yang mendeteksi pergerakan anomali sebuah armada di kawasan Selat Malaka dan Laut Andaman. Petunjuk krusial muncul ketika kapal tanker MT Global 168 secara sengaja mematikan atau mengalami pemutusan sinyal Automatic Identification System (AIS) di tengah pelayaran.
Manuver mencurigakan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh satuan tugas gabungan dengan melakukan pengejaran dan penyergapan di perairan Tanjung Balai Asahan. Dalam penggeledahan di atas kapal, petugas menemukan barang bukti ketamin seberat 1.160 kilogram. Kapal beserta barang bukti kini telah diamankan di Belawan guna proses identifikasi dan penyidikan lebih lanjut.
Apresiasi Kapolri atas Penindakan di Sumatera Utara
Menanggapi keberhasilan operasi ini, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran yang terlibat, termasuk Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumut, dan Kapolrestabes Medan. Ia mengakui tingginya prevalensi peredaran narkoba di wilayah tersebut berdasarkan data statistik resmi, namun menjadikan hal itu sebagai pelecut semangat aparat.
"Kalau dilihat dari data preferensi BPS, memang Sumatera Utara ini nomor satu dalam peredaran narkoba. Tapi jangan kecil hati. Walaupun nomor satu, pengungkapannya juga paling banyak," ujar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Kapolri menegaskan bahwa data tersebut harus direspons dengan penguatan langkah penanganan narkotika yang holistik. Pemberantasan kejahatan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan di hilir, melainkan harus diperkuat dengan pencegahan dan edukasi dari hulu.
"Jangan kita kecil hati dengan data-data seperti itu. Yang paling penting adalah langkah-langkah menghadapi narkoba ini harus terus dilakukan, mulai dari hulunya, dari pencegahannya," tegas Jenderal Suyudi.
Penyelamatan Jutaan Jiwa Generasi Bangsa
Pengungkapan 1,16 ton ketamin ini bukan sekadar pencapaian penegakan hukum aparat gabungan, melainkan langkah krusial dalam melindungi keamanan nasional. Ketamin merupakan zat anestesi yang kerap disalahgunakan sebagai narkotika rekreasional dengan dampak adiksi dan kerusakan neurologis yang fatal.
"Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa," pungkas Kapolri.
Saat ini, pihak kepolisian bersama otoritas terkait tengah melakukan pendalaman proses hukum terhadap para tersangka pembawa muatan MT Global 168. Investigasi difokuskan pada pengungkapan dalang utama, peta jaringan distribusi, serta aliran dana (follow the money) untuk membongkar sindikat narkotika lintas negara ini hingga ke akar-akarnya. (HS)


