Gebrakan Agus-Nazar Lewat Inovasi S4 GENTING: Sukses Tekan Stunting Tebo hingga 0,4 Persen dan Melaju ke Tingkat Nasional
![]() |
| Bupati Tebo Agus Rubiyanto dan Wakil Bupati Nazar Efendi dalam pelaksanaan program S4 GENTING untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tebo. |
Muara Tebo, Suaratebo.net - Memasuki dua tahun masa kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM dan Wakil Bupati Nazar Efendi, SE, M.Si, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mencatatkan lompatan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui terobosan bertajuk S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), duet kepemimpinan Agus-Nazar berhasil mentransformasi kepedulian Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi gerakan gotong royong yang terstruktur, berjenjang, dan tepat sasaran.
Bukan sekadar program penyaluran bantuan konvensional, S4 GENTING dirancang sebagai instrumen kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen birokrasi secara langsung untuk mengintervensi keluarga berisiko stunting hingga ke pelosok desa.
Skema Sederhana Berbasis Gotong Royong ASN
Payung hukum inovasi daerah ini resmi diluncurkan sejak November 2025 melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Tebo tentang Inovasi Daerah Penanggulangan Stunting. Kekuatan utama program ini bertumpu pada konsolidasi kontribusi sederhana para aparatur daerah yang dirumuskan dalam empat pilar (S4):
S1 (Segenggam Beras): Pemenuhan kebutuhan karbohidrat dasar keluarga sasaran.
S2 (Sebutir Telur): Asupan protein hewani berkualitas tinggi untuk tumbuh kembang anak.
S3 (Sekotak Susu): Dukungan nutrisi tambahan bagi balita dan ibu hamil.
S4 (Seribu Uang): Dana gotong royong untuk intervensi gizi pendukung.
Pengumpulan donasi S4 GENTING dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Agar penyalurannya akuntabel dan menjangkau lapisan masyarakat paling bawah, Pemkab Tebo menerapkan sistem komando berjenjang. Di tingkat kecamatan, Camat bertindak langsung sebagai Bapak Asuh Kecamatan, sedangkan Kepala Desa dan Lurah mengemban peran sebagai Bapak Asuh Desa/Kelurahan.
Seluruh paket nutrisi dan bantuan yang terkumpul disalurkan langsung kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta balita bergizi kurang. Ketepatan sasaran dijaga ketat melalui basis data by name by address yang telah diverifikasi di lapangan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Penurunan Prevalensi Secara Drastis dan Peningkatan Layanan Posyandu
Pendekatan partisipatif yang digagas Agus-Nazar terbukti mampu menggerakkan roda percepatan penurunan stunting tanpa harus semata-mata bergantung pada besarnya pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tebo, terdapat sekitar 22.000 Keluarga Berisiko Stunting yang terverifikasi pada tahun 2025. Dari dua kali penyaluran terpadu dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga prioritas telah menerima intervensi langsung, dan cakupannya terus diperluas secara bertahap.
Kombinasi antara inovasi S4 GENTING dan penguatan layanan kesehatan dasar membuahkan capaian statistik yang signifikan:
Penurunan Prevalensi Stunting: Pada awal masa pemerintahan Agus-Nazar di tahun 2025, angka prevalensi stunting Kabupaten Tebo masih berada di level 24,2 persen. Berdasarkan laporan data per Agustus 2026, angka tersebut berhasil ditekan secara drastis hingga menyentuh 0,4 persen.
Lonjakan Partisipasi Masyarakat: Kesadaran warga terhadap kesehatan balita meningkat tajam, tercermin dari cakupan kunjungan balita ke Posyandu yang naik dari 77 persen pada tahun 2025 menjadi sekitar 94 persen di tahun 2026.
Raih Penghargaan Provinsi dan Melaju ke Genting Award Nasional 2026
Keberhasilan Kabupaten Tebo mengonsolidasikan kepedulian birokrasi menjadi gerakan berdampak luas mendapat apresiasi resmi berupa penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jambi.
Tak berhenti di level regional, inovasi S4 GENTING kini tengah berlaga di kancah Genting Award Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi panggung strategis bagi Kabupaten Tebo untuk mempresentasikan model penanganan stunting berbasis filantropi aparatur yang mudah direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.
Bagi Bupati Agus Rubiyanto dan Wabup Nazar Efendi, keberhasilan program ini merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Tebo Cerdas, Sehat, dan Sejahtera. Pemerintah daerah memandang investasi pada kualitas gizi generasi penerus memiliki urgensi yang setara dengan pembangunan fisik.
"Infrastruktur penting, tetapi manusia jauh lebih penting. S4 GENTING bukan hanya program dinas, melainkan gerakan kemanusiaan," demikian pesan kunci yang menjadi ruh gerakan tersebut.
Melalui sinergi antara keteladanan kepala daerah, kepedulian ASN, serta budaya gotong royong masyarakat, Kabupaten Tebo kini melangkah mantap menatap target Zero Stunting. (HS)


