Antrean BBM Subsidi di Bali Melandai: Satgas Terpadu Perketat Pengawasan dan Skema Ganjil Genap
![]() |
| Ilustrasi Petugas SPBU melayani pengisian bahan bakar subsidi untuk kendaraan roda empat dan roda dua dengan pengawasan aparat di Denpasar Bali. (Generate by Gemini AI) |
Denpasar, Suaratebo.net - Kepadatan antrean kendaraan yang sempat memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Provinsi Bali kini berangsur melandai dan terkendali, Selasa (20/10/2026). Normalisasi operasional ini merupakan dampak langsung dari kombinasi pengetatan regulasi, penindakan hukum terhadap praktik penyalahgunaan alokasi solar maupun pertalite subsidi, serta penerapan uji coba skema pembatasan pelat nomor ganjil-genap.
Guna memastikan kestabilan pasokan energi terjaga hingga tingkat konsumen akhir, Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga dan aparat penegak hukum (APH) resmi mematangkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Terpadu Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sinergi Pemda, Pertamina, dan Penegak Hukum
Langkah terpadu ini difokuskan pada penutupan celah penyelundupan dan penimbunan BBM bersubsidi yang selama ini kerap memicu kelangkaan artifisial di pulau dewata.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa BBM bersubsidi merupakan instrumen fiskal negara yang ditujukan secara spesifik untuk kelompok masyarakat rentan, pelaku usaha mikro, transportasi umum, serta sektor perikanan tangkap lokal.
Melalui skema Satgas Terpadu, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepolisian Daerah (Polda) Bali, dan manajemen Pertamina ditempatkan secara berkala di titik-titik SPBU strategis. Pengawasan tidak hanya menyasar area dispenser pengisian, melainkan juga menelusuri rekaman digital transaksi kode QR (Quick Response) MyPertamina untuk mendeteksi transaksi berulang yang mencurigakan.
Efektivitas Skema Ganjil-Genap dan Penertiban Modus Pelangsir
Penurunan kepadatan antrean di SPBU kawasan Denpasar, Badung, hingga jalur lintas logistik Gilimanuk dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional utama:
Pemberlakuan Skema Ganjil-Genap: Rekayasa giliran pengisian bahan bakar berbasis pelat nomor kendaraan terbukti efektif memecah konsentrasi antrean harian armada logistik dan kendaraan niaga ringan.
Penindakan Tegas Modus Modifikasi Tangki: Aparat penegak hukum secara intensif menertibkan armada kendaraan yang kedapatan memodifikasi kapasitas tangki bahan bakar secara ilegal untuk menimbun subsidi.
Digitalisasi Penyaluran dan Pengecekan NIK: Verifikasi ketat pencocokan identitas kendaraan dengan data subsidi tepat sasaran meminimalisir penggunaan QR code ganda atau palsu.
Jaminan Ketersediaan Pasokan dan Mitigasi Lapangan
Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan bahwa ketahanan stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sanggaran maupun Manggis berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat Bali dan aktivitas sektor pariwisata.
Penyesuaian jadwal distribusi tangki pengangkut BBM ke SPBU juga dioptimalkan pada jam-jam di luar jam sibuk mobilitas masyarakat, guna menghindari hambatan lalu lintas serta mencegah terjadinya kekosongan stok mendadak di tangki timbun SPBU.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian panik (panic buying). Warga juga diminta proaktif melaporkan ke saluran aduan kepolisian atau Pertamina Call Center 135 apabila menemukan indikasi penyelewengan distribusi BBM subsidi di lingkungannya. (HS)


