Harga Emas dan Perak Ambruk 4 Pekan Beruntun, Prospek Pasar Masih Bearish
![]() |
| Harga Emas dan Perak Ambruk 4 Pekan Beruntun, Prospek Pasar Masih Bearish (Generate By Gemini AI) |
Suaratebo.net, Jakarta – Pergerakan harga emas dan perak global diperkirakan masih akan sulit bangkit pada pekan ini. Kuatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS menjadi sentimen negatif utama yang terus menekan performa logam mulia di pasar komoditas.
Melansir dari CNBC Indonesia, investor dan pelaku pasar minggu ini akan sangat mencermati perkembangan konflik geopolitik AS-Iran, fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta rilis data ekonomi krusial. Sederet data penting seperti PMI manufaktur, inflasi zona euro, hingga data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls/NFP) diprediksi akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke depan.
Berdasarkan data Refinitiv pada Senin (29/6/2026) pukul 06.15 WIB, harga emas bertengger di level US$4.087,99 per troy ons atau melemah tipis 0,01%. Meskipun sempat menguat 1,5% pada akhir pekan lalu ke posisi US$4.088,23, secara akumulatif harga emas ambruk hingga 1,73% dalam sepekan. Catatan merah ini menandakan harga emas telah jatuh selama empat pekan berturut-turut.
Secara teknikal, tren pergerakan emas masih berada dalam fase bearish. Analis memperkirakan tekanan jual masih akan berlanjut selama harga belum mampu menembus ke atas level resistensi US $4.115 per troy ons, dengan potensi penurunan lebih lanjut menuju area support terdekat di kisaran US$3.927 - US$3.886 per troy ons.
Proyeksi Analis: Antara Pangkas Target dan Optimisme Jangka Panjang
Lembaga keuangan internasional ING terpantau memangkas proyeksi rata-rata harga emas menjadi US$4.300 pada kuartal III-2026 akibat lesunya permintaan ETF emas. Di sisi lain, perak juga mengalami nasib serupa; ING menurunkan proyeksi harga perak ke angka US$ 68 per ons untuk kuartal III-2026 seiring melambatnya serapan industri panel surya global. Pada perdagangan hari ini, harga perak sendiri berada di posisi US$58 per troy ons setelah anjlok 8,84% pada pekan lalu.
Meski jangka pendek cenderung tertekan, optimisme jangka panjang masih terjaga. JPMorgan memprediksi harga emas tetap berpeluang meroket mendekati US$5.000 per troy ons pada kuartal IV-2026. Prospek positif ini didorong oleh masifnya aksi borong dan diversifikasi cadangan devisa oleh sejumlah bank sentral dunia, termasuk China dan Polandia. (hs)
Selengkapnya Disini

