Geger Warga Batanghari Jambi: Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas Terkubur dengan Kaki Terikat
![]() |
| Tim Inafis Polres Batanghari melakukan olah TKP penemuan jasad terkubur di Kelurahan Kampung Baru Muara Tembesi Jambi. |
Batanghari, Suaratebo.net - Penemuan jasad terbungkus tanah di area terbuka menggegerkan masyarakat Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Jumat (25/9/2026). Korban yang diketahui bernama Kasmiadi (50), warga RT 13 Kampung Baru, diduga kuat menjadi korban pembunuhan sadis.
Saat ditemukan, jasad korban berada di dalam lubang tanah lapang dalam kondisi membusuk dan kaki masih terikat tali. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua minggu sebelum ditemukan.
Kronologi Penemuan Jasad oleh Pemburu Burung
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap secara tidak sengaja oleh seorang anak setempat yang sedang berburu burung di sekitar area tanah lapang tersebut.
Saksi curiga saat melihat timbunan tanah berlubang yang mengeluarkan aroma pembusukan yang menyengat. Berdasarkan temuan mencurigakan tersebut, saksi langsung melaporkan kejadian kepada warga sekitar dan diteruskan ke kepolisian setempat.
Laporan Awal: Saksi mata mencium bau busuk dari gundukan tanah lapang saat berburu burung.
Evakuasi Inafis: Tim Inafis Polres Batanghari mengamankan lokasi (police line) dan melakukan penggalian tanah.
Kondisi Korban: Petugas mendapati jasad Kasmiadi (50) terkubur dengan ikatan tali di bagian kaki.
Autopsi: Jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian untuk menjalani proses autopsi medis.
Penyelidikan Polres Batanghari dan Imbauan Kepolisian
Meskipun indikasi kuat mengarah pada dugaan pembunuhan akibat kondisi fisik korban yang terikat, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman secara menyeluruh.
Tim Satreskrim Polres Batanghari saat ini tengah mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan warga yang pertama kali menemukan jasad.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk tetap tenang, bersabar, serta tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial selagi proses penyelidikan resmi dan hasil autopsi RSUD Hamba Muara Bulian berlangsung. (HS)

