Update Haji 2026, 24 Jemaah Indonesia Wafat di Arab Saudi, Kemenhaj Ingatkan stamina Jelang Puncak Haji
![]() |
| Update Haji 2026, 24 Jemaah Indonesia Wafat di Arab Saudi, Kemenhaj Ingatkan stamina Jelang Puncak Haji (Generate By Gemini AI) |
Suaratebo.net, Madinah – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji 1447 H. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan adanya kenaikan jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi. Hingga Senin, 11 Mei 2026, tercatat total 24 jemaah telah wafat.
Kenaikan angka ini dilaporkan setelah satu jemaah tambahan asal embarkasi Medan (KNO-8), atas nama Qasiyani Sigito Tarmidi, dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 10 Mei 2026.
Kondisi Kesehatan Jemaah di Arab Saudi
Melansir dari YouTube Kemenhaj, selain kabar duka tersebut, pemerintah saat ini tengah memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang sedang sakit. Tercatat ada 67 jemaah yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.
Petugas Kesehatan Haji Indonesia terus melakukan pemantauan aktif di berbagai titik, mulai dari hotel hingga fasilitas rujukan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi fisik jemaah tetap stabil mengingat fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang sangat menguras energi akan segera tiba.
Imbauan Strategis bagi Jemaah Haji 2026
Menanggapi situasi ini, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menekankan beberapa poin krusial bagi seluruh jemaah:
- Disiplin Stamina, Jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan petugas dan tidak memaksakan diri dalam beraktivitas demi menghindari kelelahan ekstrem.
- Prosedur Ihram Gelombang Kedua, Bagi jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Indonesia.
- Pengambilan Miqat, Hal ini dikarenakan pengambilan miqat dilakukan di dalam pesawat sebelum mendarat, sehingga jemaah bisa langsung menuju Makkah untuk umrah wajib tanpa hambatan waktu di bandara.
"Kedisiplinan jemaah adalah kunci agar seluruh layanan berjalan aman. Jangan memaksakan diri, gunakan waktu untuk menjaga stamina," tegas Maria dalam konferensi pers tersebut, melansir Himpuh.
Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan kesehatan maksimal dan mengingatkan agar para tamu Allah selalu mengikuti arahan petugas demi kelancaran serta keselamatan selama di tanah suci.

