Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!

Raksasa ATM Bitcoin Nasdaq, Bitcoin Depot, resmi bangkrut dan tutup total akibat regulasi ketat dan kerugian besar pada kuartal I-2026.
Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut! (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Jakarta - Industri mata uang kripto kembali diguncang kabar besar. Bitcoin Depot, salah satu raksasa penyedia ATM Bitcoin (BTM) terbesar yang tercatat di bursa saham Nasdaq New York, secara mengejutkan mengumumkan penutupan total seluruh layanannya dan resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan 'Chapter 11'.

Perusahaan yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat ini secara sukarela mengajukan status pailit di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan di Texas pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses penghentian operasional serta likuidasi aset perusahaan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dampak dari keputusan ini langsung terasa nyata. Seluruh jaringan mesin ATM kripto milik Bitcoin Depot kini terpantau sudah offline atau mati total. Padahal, hingga tahun lalu, perusahaan ini mendominasi pasar global dengan mengoperasikan 9.276 kios ATM yang tersebar di wilayah AS, Kanada, hingga Australia, guna melayani konversi uang tunai ke Bitcoin.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026 Anjlok Drastis

Langkah pailit ini menyusul rilis laporan keuangan Kuartal I-2026 Bitcoin Depot yang mencatatkan rapor merah. Pendapatan perusahaan terjun bebas hingga 49% secara year-on-year (YoY).

Lebih lanjut, perusahaan harus menelan kerugian bersih sebesar US$ 9,5 juta pada kuartal ini. Angka tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, di mana mereka masih mampu membukukan laba bersih sebesar US$ 12,2 juta. Kejatuhan ini diperparah dengan laba kotor perusahaan yang ikut anjlok hingga 85%, menyisakan US$ 45 juta saja.

Regulasi Ruwet dan Maraknya Penipuan Jadi Pemicu

CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, mengungkapkan bahwa regulasi yang semakin rumit dan menekan menjadi penyebab utama runtuhnya model bisnis perusahaan.

"Negara-negara bagian memberlakukan kewajiban kepatuhan yang makin ketat, termasuk batasan transaksi baru, dan di beberapa yurisdiksi, pembatasan atau larangan langsung terhadap operasi BTM. Operator menghadapi peningkatan litigasi dan penegakan peraturan," ujar Alex Holmes dalam siaran pers resminya yang dikutip dari CoinDesk.

Holmes menambahkan bahwa perkembangan regulasi terbaru ini memberikan pukulan telak bagi kesehatan finansial Bitcoin Depot, sehingga model bisnis yang mereka jalankan tidak lagi sustainable atau dapat bertahan di bawah kondisi pasar saat ini.

Selain faktor regulasi, Bitcoin Depot juga tengah menghadapi gugatan hukum tingkat tinggi yang dipimpin oleh Jaksa Agung di negara bagian Massachusetts dan Iowa. Perusahaan dituduh memfasilitasi praktik penipuan (fraud) berbasis kripto.

Berdasarkan data industri, kerugian akibat penipuan melalui ATM kripto secara global memang mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 389 juta pada tahun lalu—meroket 58% dibanding tahun 2024. Lonjakan angka kriminalitas inilah yang memicu pengawasan super ketat dari regulator dan aparat penegak hukum.

Dampak Operasional Global dan Ironi Industri Kripto

Proses kebangkrutan ini dipastikan akan berdampak global. Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa entitas Bitcoin Depot di Kanada telah dimasukkan ke dalam proses peradilan kebangkrutan di AS. Sementara itu, entitas non-AS lainnya di Australia akan ditutup secara bertahap dengan mematuhi regulasi lokal masing-masing negara.

Kolepsnya Bitcoin Depot memunculkan ironi besar di tengah industri. Mengutip informasi dan analisis pasar yang serupa dengan laporan CNBC Indonesia, kejatuhan pionir ATM kripto ini justru terjadi di saat adopsi kripto di tingkat institusional sedang tumbuh positif, menyusul populernya instrumen investasi alternatif seperti ETF (Exchange-Traded Funds) serta kemajuan regulasi terbaru melalui Clarity Act. Namun bagi Bitcoin Depot, hantaman regulasi ritel lokal rupanya jauh lebih cepat meruntuhkan bisnis mereka sebelum sempat menikmati era baru tersebut. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!
  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!
  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!
  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!
  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!
  • Regulasi Ketat dan Rugi Jutaan Dolar, Raksasa ATM Kripto Bitcoin Depot Resmi Bangkrut!