Menlu Sugiono Pastikan 9 Relawan WNI Korban Penyekapan Militer Israel di Istanbul Segera Dipulangkan
![]() |
| Menlu Sugiono Pastikan 9 Relawan WNI Korban Penyekapan Militer Israel di Istanbul Segera Dipulangkan (IG @ntvnews.id) |
Suaratebo.net, Istanbul - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan komitmen penuh untuk mengawal kepulangan sembilan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Saat ini, seluruh relawan telah berada dalam perlindungan aman pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Turki.
Melalui unggahan resmi di media sosialnya, Menlu Sugiono membagikan momen saat dirinya melakukan koordinasi langsung dengan tim di lapangan dan para relawan.
"Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call," tulis Sugiono, dikutip dari akun IG @ntvnews.id.
Sugiono menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh proses pemulangan WNI ke Tanah Air berjalan lancar tanpa hambatan, serta memastikan mereka tiba di Indonesia dengan selamat dan sesegera mungkin.
Alami Kekerasan Selama Empat Hari Penyekapan
Keberadaan para relawan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ini sempat memicu kekhawatiran publik internasional. Berdasarkan laporan terbaru dari Konsul Jenderal RI di Istanbul, sembilan relawan WNI tersebut sempat mengalami tindakan kekerasan fisik dan psikologis yang intens.
Mereka diketahui disekap oleh militer Israel selama empat hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke wilayah aman di Istanbul, Turki.
Pendampingan Intensif KJRI Istanbul
Meskipun baru saja melalui situasi traumatis, pihak KJRI Istanbul memastikan bahwa kondisi kesehatan dan psikologis para relawan terus dipantau secara intensif. Perwakilan RI di Turki telah berada bersama para relawan untuk memberikan pendampingan hukum, logistik, serta layanan kesehatan yang diperlukan selama masa tunggu (transit) proses pemulangan.
Aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri merupakan gerakan solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan. Insiden penyekapan relawan ini kembali memicu sorotan tajam dari masyarakat global terkait keselamatan aktivitas kemanusiaan di zona konflik. Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral bagi keselamatan para relawan hingga tiba kembali di rumah masing-masing. (HS)

