Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei

Serikat pekerja Samsung tolak dialog tanpa syarat dari manajemen. Mogok kerja massal 21 Mei tetap jalan di tengah krisis kelangkaan chip dunia.

Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Seoul - Eskalasi konflik industrial di tubuh produsen semikonduktor terbesar di dunia kian memanas. Serikat Pekerja Samsung Electronics di Korea Selatan menyatakan pada Jumat (15/5/2026) waktu setempat bahwa pihak manajemen perusahaan telah mengusulkan untuk melanjutkan pembicaraan tanpa syarat.

Langkah darurat dari manajemen ini datang hanya berselang beberapa hari setelah negosiasi yang dimediasi oleh pemerintah mengenai skema gaji dan bonus menemui jalan buntu dan gagal mencapai kesepakatan.

Meskipun menyambut baik iktikad tersebut, Serikat Pekerja Samsung Electronics menegaskan bahwa mereka baru bersedia mengadakan pembicaraan lanjutan setelah 7 Juni 2026. Artinya, mereka akan tetap mempertahankan rencana aksi pemogokan kerja massal yang dijadwalkan mulai 21 Mei 2026.

Ancaman mogok kerja ini diprediksi akan sangat memukul rantai pasok teknologi global. Pasalnya, aksi industrial ini terjadi justru di saat dunia sedang berjuang menghadapi krisis kelangkaan chip memori global. Kelangkaan ini telah memicu lonjakan harga yang signifikan pada berbagai perangkat elektronik konsumen, mulai dari smartphone (HP), laptop, konsol game, hingga peralatan rumah tangga. 

Terkait situasi ini, pelaku pasar bahkan sempat memproyeksikan dampak buruknya jauh-jauh hari. Mengutip dari CNBC Indonesia, "Saya memprediksi akan ada gangguan pada produksi [chip]," ujar Choi Seung-ho, pemimpin serikat pekerja Samsung Electronics, merefleksikan kebuntuan yang terjadi.

Di sisi lain, manajemen Samsung Electronics telah membagikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi tawaran dialog tanpa syarat tersebut, walau mereka masih enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai langkah mitigasi operasional.

Sebelumnya pada Kamis (14/5/2026), serikat pekerja sempat memberikan tenggat waktu (deadline) kepada perusahaan untuk mengajukan proposal terperinci yang mengakomodasi tuntutan mereka paling lambat hari Jumat pukul 01.00 GMT atau 08.00 WIB. Karena proposal yang diharapkan tidak kunjung tiba sesuai tenggat, opsi pemogokan pun bulat dipertahankan.

Pemerintah Korsel Mulai Khawatir

Potensi kelumpuhan produksi di Samsung langsung memicu alarm bahaya bagi perekonomian domestik Korea Selatan. Para pejabat tinggi pemerintah, termasuk Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka. Pemerintah memperingatkan bahwa pemogokan di Samsung harus dihindari dengan segala cara karena dapat menimbulkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kinerja ekspor, dan stabilitas pasar keuangan.

Respons negatif juga langsung terlihat di lantai bursa. Saham Samsung Electronics terpantau turun hingga 2% pada perdagangan pagi setelah pengumuman proposal pembicaraan tanpa syarat tersebut dirilis. Penurunan ini jauh lebih dalam dibandingkan merosotnya indeks acuan KOSPI yang hanya melemah 1,1%. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei
  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei
  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei
  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei
  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei
  • Krisis Chip Global Mengancam, Serikat Pekerja Samsung Tetap Mogok Kerja Mulai 21 Mei