Scroll untuk melanjutkan membaca

Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM

Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM

Suaratebo.net, Jambi - Upaya pencarian terhadap Shalsabila Andriany (24), wanita yang dilaporkan terjun dari Jembatan Auduri 1, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanai Pura, terus diintensifkan. Memasuki hari kedua pencarian pada Sabtu (17/01/2026), Tim SAR Gabungan resmi memperluas radius penyisiran hingga 5 kilometer ke arah hilir Sungai Batanghari.

Pencarian ini merupakan tindak lanjut dari insiden yang terjadi pada Jumat siang (16/01). Hingga berita ini diturunkan, tim rescue masih berupaya keras menemukan keberadaan korban di tengah tantangan arus sungai yang cukup kuat.

Kronologi dan Laporan Awal Kejadian

Peristiwa diduga bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, korban terlihat berjalan kaki sendirian di area Jembatan Auduri 1 sebelum akhirnya melompat ke aliran sungai. Sebagai bukti petunjuk, warga menemukan sepasang sandal milik korban yang tertinggal di atas jembatan.

Pihak otoritas segera bergerak setelah menerima laporan resmi dari masyarakat. "Laporan resmi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Jambi pada pukul 12.40 WIB dari Bapak Ahmad Zullifli," tulis keterangan resmi tersebut. Respons cepat dilakukan dengan memberangkatkan personel menuju lokasi sesaat setelah laporan masuk.

Strategi Operasi SAR, Pembagian 3 Unit SRU

Setelah pencarian hari pertama hingga pukul 18.00 WIB belum membuahkan hasil, operasi kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Tim SAR Gabungan yang melibatkan Kantor SAR Jambi, Polairud Polda Jambi, Polsek Telanai, hingga Damkar Kota Jambi membagi kekuatan menjadi tiga unit (SRU):

  • SRU 1 (Rescuer Kantor SAR Jambi), Melakukan penyisiran di sisi kanan sungai ke arah hilir sejauh 5 KM.
  • SRU 2 (Polairud & Damkar), Menyisir sisi kiri sungai ke arah hilir sejauh 5 KM.
  • SRU 3 (Pemantauan Udara), Melakukan pemantauan menggunakan drone di sekitar Lokasi Kejadian Perkara (LKP) untuk mendeteksi tanda-tanda korban dari ketinggian.

Kendala Lapangan, Arus Deras dan Debit Air Tinggi

Meskipun cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan, tim di lapangan menemui hambatan teknis yang cukup signifikan. Arus sungai yang sangat deras serta debit air yang tinggi menjadi kendala utama yang menyulitkan proses penyisiran, terutama untuk deteksi di bawah permukaan air.

Alat utama (Alut) yang dikerahkan meliputi satu unit Rubber Boat SAR Jambi, kapal Polair, kapal Damkar, serta bantuan dari masyarakat lokal yang mengerahkan empat perahu nelayan.

Pihak keluarga saat ini masih berada di lokasi kejadian dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan. Operasi SAR dipastikan akan terus dioptimalkan dengan tetap memprioritaskan keselamatan para personel yang bertugas di lapangan.


Baca Juga
Berita Terbaru
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM
  • Hari Kedua Pencarian Shalsabila Andriany, Tim SAR Perluas Sisir Sungai Batanghari Hingga 5 KM