![]() |
| Siaga Level Tertinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Ekstrem Aceh, Sumut, dan Sumbar/Ai |
Suaratebo.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan Peringatan Dini BMKG Sumatera terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih melanda empat provinsi utama. Peringatan ini menindaklanjuti kondisi atmosfer yang tidak stabil pasca pergerakan Siklon Senyar di kawasan tersebut. Secara khusus, tiga provinsi berstatus risiko tertinggi; Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), yang diprediksi berpotensi mengalami Hujan Ekstrem Aceh Sumut Sumbar dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem. Intensitas ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang dan tanah longsor, yang telah melanda wilayah-wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Ancaman Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan
Kondisi Cuaca Ekstrem Riau Kepri juga menjadi perhatian. Untuk Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, BMKG memprediksi intensitas hujan berada pada kategori Sedang hingga Lebat. Selain ancaman curah hujan, warga di Aceh dan Sumatera Utara juga harus mewaspadai Potensi Angin Kencang Sumatera yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur.
Sementara itu, aktivitas maritim diminta untuk waspada tinggi karena Gelombang Tinggi Perairan Sumatera berpotensi terjadi, mengancam keselamatan pelayaran. Seluruh masyarakat di Sumatera diimbau untuk tidak lengah.
Kesiapsiagaan Mandiri Kunci Mitigasi Bencana
Meluasnya ancaman cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan status tanggap darurat yang masih berlaku di sejumlah daerah, seluruh warga di wilayah yang berpotensi terdampak diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Lakukan evakuasi mandiri segera jika melihat tanda-tanda alam yang mencurigakan (air sungai meluap atau retakan tanah).
BMKG mengingatkan. "Selalu jaga diri, keluarga dan orang terdekat," sebagai penekanan bahwa perlindungan dan pencegahan adalah kunci utama menghadapi fase cuaca yang masih berbahaya ini. (HS)
