Scroll untuk melanjutkan membaca

Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan

Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan/Ai

Suaratebo.net - Indonesia menghadapi darurat bencana hidrometeorologi. Gelombang Banjir Bandang Sumatra Terkini telah melumpuhkan sejumlah wilayah setelah dihantam hujan ekstrem yang dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B. Bencana ini tidak hanya melanda wilayah Jawa, Sulawesi, dan NTT, tetapi kini memicu kerugian signifikan dan korban jiwa di Sumatera. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hingga akhir November 2025.

Peta Bencana, Sumatera Hingga Jawa Berstatus Siaga

Bencana banjir dan longsor meluas di sepanjang Pulau Sumatra:

Sumatera Utara (Sumut), Menjadi titik terparah dengan setidaknya 11 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor. Laporan BNPB menyebutkan, bencana di Tapanuli Selatan dan sekitarnya telah menewaskan sedikitnya 24 orang korban jiwa (data sementara) dan merusak infrastruktur vital, termasuk putusnya jembatan. Akses jalan nasional Medan-Aceh di Besitang, perbatasan Sumut, terputus total.

Aceh,  Banjir rendaman melanda sembilan kabupaten/kota, termasuk Aceh Barat, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Air dengan ketinggian bervariasi (hingga 130 cm) merendam ribuan rumah. Dilaporkan terdapat setidaknya 2 orang tewas dan ribuan jiwa mengungsi.

Sumatera Barat (Sumbar), Cuaca ekstrem menyebabkan banjir dan longsor di Padang Pariaman, Kota Padang, dan Agam. Kerusakan infrastruktur dasar dan fasilitas umum dilaporkan meluas, dengan BNPB mencatat ribuan jiwa terdampak.

Sementara itu, wilayah yang sebelumnya diinformasikan, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan dua kabupaten di Jawa Timur, juga masih berada dalam kategori Siaga Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi November 2025.

Kerugian Materi dan Kondisi Terkini

Dampak Korban Jiwa Banjir Sumut Aceh disertai kerugian material yang masif. Ribuan rumah, perkantoran, dan fasilitas pendidikan terendam (seperti di Aceh Utara), dan lahan pertanian seluas ratusan hektar rusak parah. 

Di Sumut, bantuan logistik terkendala akses jalan yang terputus, memaksa Pemprov Sumut berkoordinasi dengan BUMN untuk penanganan darurat dan menyalurkan paket bantuan senilai puluhan juta rupiah. Pemda juga menyiapkan layanan trauma healing bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

Menyikapi Ancaman Siklon Tropis KOTO, BMKG mengimbau masyarakat di seluruh zona merah untuk selalu memantau informasi resmi, menjauhi lereng curam, dan menyiapkan rencana evakuasi mandiri guna menghadapi potensi Banjir dan Longsor lanjutan.

Siaga Bencana, Panduan Evakuasi Mandiri dan Langkah Kesiapsiagaan

Mengingat meluasnya Banjir dan Longsor di berbagai wilayah, penting bagi setiap keluarga, terutama yang tinggal di daerah dataran rendah dan lereng bukit, untuk memiliki rencana evakuasi mandiri. Kesiapsiagaan ini krusial untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materi.

Siapkan Tas Siaga Bencana (TSB)

Pastikan Anda memiliki satu tas khusus yang berisi barang-barang penting yang mudah dibawa jika evakuasi mendadak diperlukan. TSB harus mencakup:

Dokumen Penting, Salinan Kartu Keluarga (KK), KTP, surat tanah/rumah, ijazah, dan dokumen penting lainnya (simpan dalam plastik kedap air).

Obat-obatan, Obat pribadi, P3K standar, dan vitamin.

Logistik Dasar, Air minum kemasan, makanan instan/ringan yang tahan lama, dan uang tunai secukupnya.

Peralatan Komunikasi, Power bank, senter dengan baterai cadangan, dan handphone.

Rencanakan Jalur Evakuasi Keluarga

Identifikasi Lokasi Aman, Tentukan lokasi pengungsian sementara yang tinggi, stabil, dan jauh dari lereng atau sungai (misalnya masjid, sekolah, atau rumah tetangga di dataran tinggi).

Tentukan Jalur, Sepakati satu atau dua jalur evakuasi tercepat dan teraman dari rumah menuju lokasi aman. Latih jalur ini bersama anggota keluarga.

Kunci Komunikasi, Tetapkan satu orang kontak di luar area bencana yang dapat dihubungi semua anggota keluarga jika terpisah.

Langkah Pencegahan Saat Peringatan Dini

Monitor Informasi, Selalu ikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi (BMKG atau BPBD) melalui radio, TV, atau media sosial.

Perhatikan Tanda Alam, Jika tinggal di lereng, segera tinggalkan rumah jika melihat tanda longsor (retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh). Jika di dataran rendah, segera pindah jika air mulai masuk rumah dan hujan belum berhenti.

Amankan Listrik, Segera matikan aliran listrik utama (MCB) di rumah untuk mencegah korsleting dan sengatan listrik saat air mulai naik.

Dengan langkah kesiapsiagaan yang baik, risiko dan dampak buruk dari Banjir Bandang dapat dikurangi secara signifikan. (HS)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan
  • Duka November, Banjir Bandang dan Longsor Landa Aceh, Sumut, Sumbar, Korban Jiwa Capai Puluhan