Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan


Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD

Santri Ponpes di Muaro Jambi dilarikan ke RSUD Raden Mattaher akibat dianiaya oknum guru. Korban alami luka berat dan trauma. Polda Jambi usut kasus.
Kondisi santri korban dugaan penganiayaan oknum guru ponpes di Muaro Jambi saat menjalani perawatan intensif di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Jambi, Suaratebo.net - Nasib naas dialami MP, seorang santri berusia 14 tahun di Pondok Pesantren Sabilul Jannah, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Usai diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh oknum gurunya, kondisi kesehatan anak di bawah umur tersebut menurun drastis hingga harus menjalani perawatan medis intensif di RSUD Raden Mattaher Jambi sejak Senin (12/10/2026).

Korban yang merupakan warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini, mengalami luka memar di bagian wajah dan mata, pusing hebat, serta nyeri parah pada bagian rahang. Selain menderita luka fisik, anak bungsu dari tiga bersaudara ini juga mengalami trauma psikologis yang mendalam.

"Anak kami masih sering menangis menahan sakit di bagian mata kiri, kepala, dan rahang. Kami sangat berharap anak kami bisa segera pulih dari sakit dan trauma berat ini," ungkap Irmawati, ibunda korban, saat ditemui di RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026).

Kronologi Kekerasan dan Dugaan Korban Lainnya

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (07/10/2026) lalu di lingkungan Kompleks Ponpes Sabilul Jannah. Terduga pelaku diketahui merupakan oknum guru berinisial MH.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemukulan yang dilakukan oknum pengajar tersebut berlangsung keras hingga membuat MP sempat pingsan di lokasi kejadian. Akibat tindak kekerasan tersebut, korban mengeluhkan pusing berkepanjangan dan gangguan penglihatan pada mata kirinya akibat lebam parah.

Tak hanya itu, keterangan mengejutkan keluar dari mulut korban saat menjalani perawatan. MP membeberkan bahwa dugaan aksi penganiayaan dan kekerasan fisik di lingkungan pesantren tersebut disinyalir tidak hanya menimpa dirinya saja, tetapi juga menimpa lebih dari satu orang santri lainnya.

Polda Jambi Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Kekerasan Ponpes

Maraknya kasus kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Saat ini, kasus penganiayaan santri di Kabupaten Muaro Jambi tersebut telah ditangani dan dalam proses penyelidikan intensif oleh tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.

Pihak keluarga berharap kepolisian bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum guru yang terbukti melakukan tindakan pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa ini kembali memicu keprihatinan publik terkait perlindungan anak dan jaminan keamanan santri di lingkungan pondok pesantren, khususnya di wilayah Provinsi Jambi. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD
  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD
  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD
  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD
  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD
  • Kondisi Memburuk, Santri Korban Penganiayaan Oknum Guru Ponpes Muaro Jambi Dilarikan ke RSUD