Prabowo Instruksikan Pemadaman Karhutla Enam Provinsi, Taman Nasional Tanjung Puting Jadi Fokus Utama
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Negara. (Generate by Gemini AI) |
Jakarta, Suaratebo.net - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara masif di enam provinsi prioritas. Penanganan darurat ini dilakukan menggunakan pendekatan hybrid yang memadukan operasi darat, water bombing udara, hingga operasi modifikasi cuaca guna menekan sebaran titik panas (hotspot).
Adapun enam provinsi utama yang menjadi sasaran percepatan operasi pemadaman meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Dari seluruh wilayah terdampak, Pemerintah menetapkan kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah sebagai fokus atensi penanganan khusus.
Langkah ini diambil untuk melindungi keanekaragaman hayati endemis serta mencegah kerusakan ekosistem rawa gambut yang menjadi benteng pertahanan iklim dan habitat satwa prioritas nasional.
Mobilisasi Sumber Daya dan Skema Operasi Hybrid
Dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait, Presiden menegaskan bahwa seluruh personel gabungan mulai dari Satgas Karhutla, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga kelompok masyarakat peduli api harus dikerahkan secara optimal ke titik-titik rawan.
Strategi pemadaman terpadu secara hybrid mengombinasikan tiga pilar utama:
Penyisiran Darat Intensif: Pengerahan puluhan ribu personel darat untuk melakukan pemadaman langsung (extinguishment), sekat bakar (firebreak), dan pembuatan sumur bor di titik-titik gambut yang dalam.
Operasi Udara (Water Bombing): Pengerahan armada helikopter pengebom air untuk menyasar zona-zona terisolasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Modifikasi Cuaca (OMC): Penyemaian garam (NaCl) di udara menggunakan pesawat khusus guna mempercepat pembentukan awan hujan buatan di wilayah tangkapan air dan area gambut rawan.
Perlindungan Khusus Ekosistem Gambut Tanjung Puting
Karakteristik tanah gambut di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menyimpan potensi kebakaran bawah permukaan (ground fire) yang terbilang sulit dipadamkan jika hanya mengandalkan penyiraman permukaan. Oleh karena itu, bantuan armada teknis seperti pompa air bertekanan tinggi dan pembuatan jaringan titik air darurat disalurkan langsung ke lokasi.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diharapkan mampu membendung pergerakan lidah api agar tidak menembus zona inti taman nasional.
Langkah cepat dan terukur ini menjadi bukti komitmen ketat pemerintah dalam menjaga stabilitas ekologis nasional, mengendalikan krisis pencemaran udara, serta mencegah terjadinya bencana kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara. (HS)


