Perkuat Tata Kelola JTTS: Pemkab dan Kementerian PU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
![]() |
| Gambar Ilustrasi/Perkuat Tata Kelola JTTS: Pemkab dan Kementerian PU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera (Generate by Gemini AI) |
Pekanbaru, Suratebo.net - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus mengakselerasi penguatan tata kelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Langkah strategis ini diambil untuk memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Isu krusial tersebut menjadi pembahasan utama dalam Kunjungan Kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Agenda ini dihadiri oleh jajaran Kementerian PU, Kementerian PPN/Bappenas, Danantara Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, hingga PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menekankan pentingnya tindak lanjut nyata atas hasil evaluasi pembangunan JTTS, khususnya pada aspek yang melibatkan hubungan lintas sektor dan antarkementerian.
"Yang perlu kita prioritaskan adalah temuan-temuan yang bersifat lintas sektor dan melibatkan hubungan antarkementerian serta lembaga. Selanjutnya, kita perlu mengidentifikasi akar permasalahannya untuk kemudian mencari solusi bersama," ujar Andreas.
Menanggapi arahan tersebut, Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan JTTS secara terukur dan berkelanjutan.
"Meski dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelayakan dan kemampuan pembiayaan, JTTS yang telah terbangun hingga saat ini telah memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi dan sosial di Sumatera," ungkap Triono.
Progres Pembangunan dan Skema Pembiayaan JTTS
Berdasarkan data Direktorat Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga, saat ini terdapat 16 ruas JTTS dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan total panjang 1.760 kilometer dari keseluruhan jaringan 2.981 kilometer.
Detail capaian proyek JTTS meliputi:
- Beroperasi: 982 kilometer
- Konstruksi: 252 kilometer
- Nilai Investasi Terkontrak: Rp267,5 triliun
- Estimasi Realisasi: Rp176,3 triliun
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga, Dedy Gunawan, menyebutkan bahwa percepatan terus difokuskan pada ruas yang masuk tahap persiapan, termasuk pemenuhan dokumen Detail Engineering Design (DED), studi kelayakan, hingga pembebasan lahan.
Di sisi lain, guna mengatasi tantangan kelayakan finansial akibat risiko volume lalu lintas, Plt. Sekretaris BPJT, Ira Ariani Chaerunisa, menjelaskan bahwa pemerintah mengimplementasikan skema Pembayaran Berkala Berbasis Layanan (PBBL). Skema ini dirancang agar risiko lalu lintas tidak sepenuhnya ditanggung oleh badan usaha penugasan seperti PT Hutama Karya.
Dampak Ekonomi Nyata bagi Pulau Sumatera
Dukungan terhadap keberlanjutan investasi juga ditegaskan oleh SVP Business Performance & Asset Optim. Cluster Infrastructure Business 3 PT Danantara Asset Management, Bangun Imanullah. Pihaknya memastikan pengawasan ketat terhadap tiap skema investasi agar tetap akuntabel dan memenuhi kriteria kelayakan.
Pembangunan JTTS terbukti memberikan dampak multiplier yang masif. Berdasarkan kajian CORE Indonesia, investasi proyek JTTS diproyeksikan mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Sumatera hingga Rp924,39 triliun. Selain itu, proyek infrastruktur ini berpotensi menyerap hingga 4,46 juta tenaga kerja secara nasional, di mana 87 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal dari Pulau Sumatera. (HS)

