Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan


Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika

Menaker Yassierli perkenalkan formula 5T untuk siapkan generasi muda hadapi era AI dan robotika. Simak pentingnya integritas dan kecakapan teknologi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan materi mengenai formula 5T untuk generasi muda dalam menghadapi era teknologi dan AI.

Sukabumi, Suaratebo.net - Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, serta platform digital secara masif mengubah peta kebutuhan keterampilan di dunia kerja global. Merespons tantangan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan strategi peningkatan kapasitas generasi muda yang dirangkum dalam formula 5T, yakni Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.

Melansir rilis resmi saat pembukaan acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026), Menaker Yassierli menegaskan bahwa pemuda yang berkualitas dan kompeten merupakan fondasi utama kekuatan bangsa menuju Indonesia Emas.

"Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust," ujar Menaker Yassierli.

Rincian Konsep Formula 5T Menurut Kemenaker

Dua bekal awal berfokus pada fondasi cara berpikir dan penguasaan teknologi. Think menuntut pemuda untuk berpikir kritis, menjaga rasa ingin tahu, serta berani bertanya. Sementara itu, Tech menekankan pentingnya pemahaman mendalam atas data, teknologi, dan AI. Pemahaman ini wajib dimiliki oleh seluruh pelajar, baik dari latar belakang sains maupun keilmuan lainnya.

Menaker mengingatkan bahwa penguasaan AI harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. AI diposisikan sebagai mitra kerja manusia dalam mengolah data, bukan pengganti peran manusia.

"AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab," tegas Yassierli.

Bekal ketiga dan keempat berkaitan dengan interaksi sosial serta kerja sama tim. Melalui Talk, generasi muda didorong untuk mengasah kemampuan mendengarkan, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta menguasai bahasa asing. Di sisi lain, Team menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan fleksibilitas adaptasi dalam mencapai tujuan bersama.

Sebagai pilar penutup yang menjadi fondasi utama, Trust menekankan kejujuran, integritas, dan rasa tanggung jawab. Menaker menilai, kemampuan teknis tinggi tanpa dibarengi integritas tidak akan menghasilkan kepercayaan jangka panjang di dunia profesional.

"Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani," tutup Yassierli.

Melalui penerapan formula 5T ini, Kementerian Ketenagakerjaan berharap para pelajar dan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi SDM yang tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berkarakter tangguh dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika
  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika
  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika
  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika
  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika
  • Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T: 5 Bekal Generative Muda Hadapi Era AI dan Robotika