BSU 2026: Waspada Tautan Palsu Mengatasnamakan Kemnaker
![]() |
| Kemenaker berikan peringatan terkait penipuan yang mengatasnamakan BSU |
Jakarta, Suaratebo.net - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan peringatan resmi pada Sabtu (24/10/2026) agar para pekerja mewaspadai maraknya tautan palsu dan pesan berantai yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Pemerintah meminta pekerja untuk tidak sembarangan mengeklik tautan atau menyerahkan data pribadi guna menghindari modus penipuan digital.
Modus Penipuan BSU 2026 Lewat WhatsApp dan Tautan Palsu
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah percaya pada informasi yang beredar di luar saluran komunikasi resmi pemerintah.
"Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas," ujar Indah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Indah menjelaskan, sindikat penipuan kerap memanfaatkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau pesan langsung (direct message) di media sosial. Pesan tersebut biasanya menyertakan tautan palsu yang menjanjikan pencairan BSU atau meminta data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ia juga memperingatkan bahwa pencantuman logo Kemnaker pada pesan maupun situs web tidak menjadi jaminan keaslian informasi.
4 Langkah Aman Melindungi Data Pribadi dari Penipuan BSU
Guna mencegah jatuhnya korban kerugian materiil maupun penyalahgunaan data, Kemnaker membagikan empat langkah preventif yang wajib dilakukan oleh pekerja:
Periksa Alamat Situs: Teliti URL atau alamat situs secara saksama sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data apa pun.
Jaga Kerahasiaan Akun: Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak lain dengan alasan apa pun.
Abaikan Pungutan Biaya: Jangan membayar biaya apa pun yang dijanjikan sebagai syarat pencairan dana BSU.
Verifikasi ke Kanal Resmi: Jika merasa ragu, segera tutup tautan tersebut dan periksa kebenaran informasi melalui kanal komunikasi resmi Kemnaker.
Instruksi Menteri Ketenagakerjaan dan Kanal Informasi Resmi
Langkah pengamanan data pekerja ini turut mendapat perhatian khusus dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli. Jajaran internal kementerian diinstruksikan untuk siaga penuh mengantisipasi berbagai modus penipuan yang memanfaatkan program bantuan pemerintah.
"Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian," pungkas Indah.
Bagi masyarakat atau pekerja yang ingin memantau informasi valid seputar penyaluran BSU 2026, diimbau untuk mengakses laman resmi bsu.kemnaker.go.id. Apabila laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta untuk menunggu pengumuman resmi lanjutan dan menghindari penggunaan tautan alternatif yang belum terverifikasi. (HS)


