Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor

Kemnaker sebut AI bantu auditor internal saring data dan deteksi risiko lebih cepat. Hasil analisis AI tetap wajib divalidasi oleh auditor.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menyampaikan materi peran AI dalam Seminar Nasional Internal Audit 2026 di Yogyakarta

Yogyakarta, Suaratebo.net – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini makin masif merambah sektor pengawasan dan tata kelola organisasi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa adopsi AI sangat efektif membantu auditor internal menyaring data skala besar (big data) serta mendeteksi pola risiko secara presisi dan cepat.

Meski demikian, hasil analisis yang dihasilkan oleh teknologi AI tidak dapat serta-merta dijadikan acuan final, melainkan tetap membutuhkan validasi langsung dari auditor manusia sebelum ditarik menjadi kesimpulan audit.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat berbicara dalam Seminar Nasional Internal Audit 2026 yang berlangsung di Yogyakarta.

Cris menjelaskan, era digital menuntut organisasi mengelola volume data yang sangat masif dari berbagai lini operasional, mulai dari sistem pembayaran, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, perjalanan dinas, hingga administrasi layanan publik. Integrasi AI dan analitik data memungkinkan jutaan baris data dapat dipindai untuk menemukan anomali dalam kurun waktu yang jauh lebih singkat.

"AI mempercepat analisis, data memperkuat assurance, sedangkan governance memastikan teknologi tetap berada dalam koridor akuntabilitas," tegas Cris.

Meningkatkan Sensitivitas Deteksi Anomali Data

Kemampuan sistem AI dalam memproses populasi data secara luas memungkinkan auditor mengidentifikasi transaksi duplikat, pencatatan nilai ekstrem, hingga pola pembayaran dan pengadaan yang tidak biasa. Indikasi-indikasi awal ini menjadi pijakan awal bagi auditor untuk melakukan pemeriksaan substantif secara lebih mendalam.

Kendati demikian, Cris mengingatkan agar praktisi audit tidak bergantung penuh pada algoritma. Sinyal risiko yang dimunculkan sistem AI belum tentu serta-merta menandakan adanya kesalahan atau pelanggaran hukum.

"AI memberikan sinyal risiko; auditor melakukan validasi, memeriksa bukti, memahami konteks, menggunakan professional judgment, dan mengambil kesimpulan. AI membantu kita menentukan di mana harus melihat, tetapi auditor yang menentukan apa maknanya," jelasnya.

Oleh karena itu, faktor kualitas data, validasi model algoritma, keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta pengawasan manusia (human-in-the-loop) tetap menjadi pilar utama dalam digitalisasi fungsi audit.

Penguatan Kapasitas dan Etika Profesi Auditor

Menghadapi percepatan transformasi digital ini, Kemnaker mendorong peningkatan kapasitas kompetensi para auditor internal. Penguasaan literasi data, analisis AI, hingga pemahaman tata kelola keamanan siber kini menjadi kebutuhan mutlak yang harus disandingkan dengan critical thinking serta komunikasi efektif.

Menurut Cris, kehadiran AI bukan sekadar adopsi perangkat lunak baru, melainkan momentum perubahan lanskap risiko dan lingkungan kerja organisasi yang menuntut penyesuaian peran serta fungsi pengawasan.

Ia pun menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, nilai-nilai dasar profesi auditor tidak akan pernah tergeser.

"Teknologi akan terus berubah. Metode audit akan terus berkembang. Tetapi integritas, objektivitas, kompetensi, skeptisisme profesional, dan akuntabilitas harus tetap menjadi pegangan kita," pungkas Cris. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor
  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor
  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor
  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor
  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor
  • Kemnaker Soroti Peran AI dalam Audit Internal: Akselerasi Deteksi Risiko Tanpa Geser Peran Auditor