Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat

Houthi klaim serang situs sensitif di Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu. Simak laporan lengkap eskalasi konflik Arab Saudi dan ancaman pasokan BBM
Ilustrasi (Generate By Gemini AI)

Riyadh, Suaratebo.net - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian membara dan memicu ancaman serius terhadap rantai pasok energi global. Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah meluncurkan gempuran rudal dan drone yang menargetkan sejumlah situs sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu lalu.

Mengutip CNBC Indonesia, serangan udara ini memicu kepanikan massal setelah gumpalan asap hitam pekat membubung tinggi dan mengepung area sekitar Bandara Internasional Raja Khalid.

Berdasarkan rekaman video dan foto yang beredar, pilar asap raksasa tampak menutupi akses jalan raya bandara, fasilitas terminal utama, hingga area yang diduga sebagai tangki bahan bakar. Sebelum status siaga dicabut pada Sabtu pagi, Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat memancarkan peringatan darurat massal ke ponsel warga di Riyadh dan kota Al-Kharj. Beberapa saksi mata di kawasan Olaya, Riyadh, mengaku mendengar dentuman ledakan keras di tengah ketegangan tersebut.

Selain menyasar ibu kota, kelompok Houthi menyatakan telah membombardir fasilitas kilang minyak Aramco di kota Yanbu, pusat ekspor minyak vital di pesisir Laut Merah. Langkah agresif ini diklaim sebagai balasan atas gempuran militer terhadap ibu kota Yaman, Sanaa.

Koalisi Saudi Klaim Gagalkan Serangan

Merespons teror udara tersebut, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan rudal yang mengarah ke Riyadh. Koalisi juga mengklaim sukses menggagalkan serangkaian serangan lain yang menargetkan wilayah pemukiman sipil di Taif, Yanbu, serta kota Bish dan Farasan di bagian barat daya.

Kendati demikian, dampak geopolitik serangan ini merembet cepat ke tingkat internasional:

Peringatan Keamanan AS: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengimbau seluruh warganya di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan mendesak masyarakat internasional mempertimbangkan ulang rencana perjalanan ke wilayah tersebut.

Sikap Presiden AS: Presiden AS Donald Trump hingga kini dilaporkan masih menolak permintaan Arab Saudi untuk melakukan intervensi militer langsung guna menumpas kekuatan Houthi.

Dukungan Pakta Pertahanan: Turki memnyatakan kesiapannya membantu kebutuhan militer Riyadh di bawah kerja sama pakta pertahanan trilateral bersama Pakistan.

Sikap Iran & PBB: Dewan Keamanan PBB mengutuk keras aksi Houthi yang mengancam keselamatan sipil. Di sisi lain, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan pihak Teheran mendorong penyelesaian damai dan tengah menunggu respons diplomasi dari AS melalui mediator Qatar dan Pakistan.

Pasokan Minyak Dunia Terancam

Buntut aksi penutupan jalur ekspor dan blokade Laut Merah oleh Houthi sejak Juli lalu, krisis ini memperparah kemacetan distribusi energi dunia. Situasi kian kritis mengingat jalur pelayaran utama di Selat Hormuz juga masih lumpuh akibat konflik militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. (HS)

Selengkapnya Disini

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat
  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat
  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat
  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat
  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat
  • Houthi Serang Situs Sensitif di Riyadh dan Kilang Aramco, Bandara Utama Diselimuti Asap Pekat