Dampak El Nino, Kabut Asap Selimuti Tebo: BPBD Telah Tangani Karhutla 71 Hektar
![]() |
| Dampak El Nino, Kabut Asap Selimuti Tebo: BPBD Telah Tangani Karhutla 71 Hektar |
Tebo, Suaratebo.net - Fenomena iklim El Nino yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia memicu dampak cuaca ekstrem berupa kemarau panjang dan suhu udara panas secara signifikan. Kondisi ini memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, termasuk di wilayah Kabupaten Tebo yang kini mulai terindikasi paparan kabut asap tipis.
Penyebaran asap yang terdeteksi di kawasan Tebo diduga tidak hanya berasal dari titik api lokal, melainkan juga kiriman dari wilayah lain yang terbawa hembusan angin kemarau.
Dua Kecamatan Jadi Titik Fokus Pemadaman
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, S.P., mengonfirmasi bahwa sejauh ini titik api dengan luasan 71 hektar tersebut, dihitung mulai dari Januari hingga Agustus 2026.
"Titik api di Kabupaten Tebo saat ini berhasil dikendalikan, saat ini tim tengah mendinginkan kawasan kebakaran lahan, kami menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, jika melihat titik api yang membahayakan segera laporkan" ujar Joko Ardiawan saat memberikan keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan data komulatif BPBD per tanggal 22 Agustus 2026, total luasan lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Tebo sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 71 hektar. Seluruh area terdampak tersebut kini dipastikan telah berhasil dipadamkan dan berada dalam fase pendinginan guna mencegah munculnya kembali bara api di bawah permukaan tanah.
Himbauan Kewaspadaan Dini bagi Masyarakat
Mengingat cuaca kering masih berpotensi berlangsung cukup lama, BPBD Kabupaten Tebo mengimbau seluruh elemen masyarakat, pemilik kebun, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Jika melihat atau mendeteksi adanya kemunculan titik api di area hutan maupun perkebunan, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat agar tindakan penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas. (HS)

