Skandal VAR Piala Dunia: Gol Jonathan Tah Dianulir, Jerman Tersingkir Tragis oleh Paraguay
![]() |
| Skandal VAR Piala Dunia: Gol Jonathan Tah Dianulir, Jerman Tersingkir Tragis oleh Paraguay (Generate By Gemini AI) |
Suaratebo.net, Stuttgart – Langkah Timnas Jerman di babak 16 besar Piala Dunia harus terhenti secara dramatis dan diwarnai kontroversi besar. Gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Jonathan Tah pada babak perpanjangan waktu secara tak terduga dianulir oleh VAR. Keputusan ini memicu kemarahan besar dari pelatih Die Mannschaft, Julian Nagelsmann, serta menuai kritik tajam dari para pakar perwasitan Jerman.
Mengutip laporan dari Goal.com, petaka bagi Jerman bermula pada menit ke-102. Berawal dari skema tendangan sudut Nathaniel Brown yang melayang ke tiang jauh, Jonathan Tah sukses menyundul bola masuk ke gawang Paraguay. Gol tersebut sempat merubah papan skor menjadi 2-1 dan disambut selebrasi meriah bangku cadangan Jerman.
Namun, kegembiraan itu sirna seketika. Wasit asal Maroko, Jalal Jayed, dipanggil oleh petugas VAR untuk meninjau ulang monitor di pinggir lapangan. Fokus peninjauan tertuju pada duel udara antara bek Jerman, Waldemar Anton, dan penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill, yang terjadi di area lima meter sebelum bola disundul oleh Tah. Setelah melihat tayangan ulang, Jayed secara kontroversial membatalkan gol tersebut karena menganggap Anton melakukan pelanggaran.
Pakar Wasit Sebut Keputusan VAR "Lelucon"
Keputusan membatalkan gol Jonathan Tah langsung memicu kebingungan sekaligus kecaman keras. Mantan wasit ternama Jerman, Thorsten Kinhöfer dan Patrick Ittrich, kompak menilai intervensi VAR dalam momen tersebut sama sekali tidak berdasar.
"Hanya bisa dikatakan bahwa keputusan itu sama sekali tidak bisa dimengerti. Saya kehabisan kata-kata," cetus Kinhöfer saat menjadi pakar di saluran ZDF.
Senada dengan Kinhöfer, Patrick Ittrich yang bertugas untuk MagentaTV menegaskan bahwa kontak yang terjadi antara Anton dan Gill merupakan duel yang sangat wajar dalam sepak bola modern. Menurutnya, aturan perlindungan khusus bagi kiper di area lima meter sudah tidak berlaku seketat dulu selama tidak ada pelanggaran aktif.
"Bagi saya, ini terlalu remeh. Memang ada kontak dengan kiper, namun saya tidak melihat adanya dorongan, penekanan, atau penahanan. Ini bukan keputusan salah yang jelas (clear and obvious error). Intervensi VAR tidak beralasan dan gol tersebut seharusnya sah," tegas Ittrich. Ia juga menyayangkan sikap wasit lapangan yang tidak teguh pada keputusan awalnya.
Kemarahan Julian Nagelsmann
Di pinggir lapangan, Julian Nagelsmann tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Pelatih muda tersebut tampak memegangi kepalanya seolah tidak percaya dengan keputusan sang pengadil. Bahkan setelah laga usai, kemarahan Nagelsmann masih meledak-ledak.
"Ini benar-benar lelucon! Saya tidak tahu apa yang dia (wasit) lihat di monitor sana," ketus Nagelsmann dengan nada kecewa berat kepada MagentaTV.
Jerman sendiri sejatinya tampil dominan namun kesulitan membongkar pertahanan rapat Paraguay. Mereka bahkan tertinggal 0-1 di babak pertama lewat gol Julio Enciso, sebelum akhirnya disamakan oleh Kai Havertz pada menit ke-54. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis. Pembatalan gol Tah di babak extra time meruntuhkan momentum mental Jerman yang ingin menghindari babak tos-tosan.
Kutukan Adu Penalti dan Catatan Buruk DFB
Dampak dari dianulirnya gol tersebut berujung fatal. Tanpa adanya gol tambahan di sisa waktu perpanjangan, pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada drama ini, mental punggawa Jerman goyah; mereka gagal mengeksekusi setengah dari enam tendangan penalti mereka. Paraguay pun keluar sebagai pemenang dan melaju ke perempat final.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Timnas Jerman di panggung tertinggi dunia. Ini menjadi kali ketiga secara berturut-turut raksasa Eropa tersebut gagal melangkah jauh di Piala Dunia, sebuah catatan minor bagi negara yang dulunya dikenal sebagai spesialis turnamen besar. (hs)
Selengkapnya Disini

