Puncak Kemarau Agustus 2026 Lebih Kering, Empat Wilayah di Pulau Jawa Terancam Krisis Air Bersih
![]() |
| Puncak Kemarau Agustus 2026 Lebih Kering, Empat Wilayah di Pulau Jawa Terancam Krisis Air Bersih (Generate By Gemini AI) |
Suatratebo.net, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan dimulai pada Agustus mendatang dengan sifat yang lebih kering dari biasanya. Sebagian besar Zona Musim (64,5%) diproyeksikan mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi ini memicu peringatan dini terkait potensi krisis pasokan air bersih yang dapat mengganggu kebutuhan rumah tangga secara masif.
Kementerian PPN/Bappenas sebelumnya telah menyoroti bahwa secara rata-rata nasional pasokan air sebenarnya masih aman, namun kelangkaan parah berpusat di Pulau Jawa. Kerawanan ini dipicu oleh tingginya kepadatan penduduk, masifnya kawasan industri, serta alokasi air yang besar untuk sektor pertanian. Berdasarkan data pemetaan, terdapat empat wilayah di Pulau Jawa yang menghadapi risiko tertinggi.
DKI Jakarta menjadi wilayah paling kritis akibat kombinasi ekstraksi air tanah secara masif dan polusi tinggi yang mengontaminasi air permukaan. Sementara itu, Jawa Barat diprediksi mengalami kemarau sangat kering di 93% wilayahnya, termasuk Bandung dan Tasikmalaya. Di Jawa Tengah, daerah seperti Grobogan dan Blora rawan kekeringan, membuat BPBD setempat menyiagakan cadangan 123 juta liter air bersih.
Provinsi Jawa Timur juga masuk dalam daftar kerawanan tinggi karena wilayahnya harus membagi sumber daya air yang menipis dengan sektor pertanian yang menyerap hingga 80% volume air. Pemerintah daerah di keempat provinsi tersebut kini terus didesak untuk mematangkan mitigasi bencana kekeringan terintegrasi guna menjamin hak akses air bersih bagi masyarakat selama periode defisit curah hujan.
"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di Pulau Jawa," kata Dadang Jainal Mutaqin seperti dikutip dari CNBC Indonesia. (HS)


