Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan


Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bantah kebijakan fiskal ugal-ugalan picu pelemahan rupiah ke Rp17.966 per dolar AS. Sebut fondasi ekonomi tetap aman.
Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah (Akun IG @purbaya.mentri.keuangan)

Suaratebo.net, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah yang tidak terkontrol atau "fiskal ugal-ugalan".

Dilansir dari CNN Indonesia, Purbaya menyatakan bahwa kondisi keuangan negara saat ini justru berada dalam posisi yang aman dan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Reformasi Perpajakan Perkuat Fondasi Fiskal

Menurut Menkeu, indikator kesehatan fiskal Indonesia terlihat jelas dari realisasi penerimaan pajak yang tumbuh positif. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan signifikan pada sektor penerimaan negara ini merupakan buah manis dari reformasi perpajakan yang telah dijalankan pemerintah.

"Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan, sehingga anggaran kita amat aman," tegasnya.

Stabilitas Nilai Tukar Adalah Ranah Bank Indonesia

Terkait pergerakan mata uang, Purbaya mengingatkan bahwa mandat utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah berada di bawah kewenangan Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral, bukan kementerian keuangan.

"Kalau masalah nilai tukar, bank sentral adalah ahlinya. Kita serahkan ke bank sentral," tambahnya.

Berdasarkan data pasar finansial, nilai tukar rupiah ditutup melemah 128 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar AS. Purbaya menilai fluktuasi yang mendekati level Rp18.000 ini lebih banyak dipicu oleh sentimen negatif akibat rumor dan isu yang beredar di pasar.

Bantahan Isu Perintah Stress Test Perbankan

Salah satu rumor yang diklarifikasi langsung oleh Menkeu adalah kabar burung yang menyebut dirinya memerintahkan industri perbankan nasional untuk melakukan stress test dengan asumsi skenario kurs rupiah menembus di atas Rp18.000.

"Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau rupiahnya Rp18 ribu lebih. Padahal saya enggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," jelas Purbaya.

Pemerintah menegaskan akan tetap fokus menjaga fundamental ekonomi makro agar terus tumbuh stabil. Menkeu optimistis bahwa pada akhirnya, pergerakan nilai tukar rupiah akan kembali menguat secara alami mengikuti kekuatan fondasi ekonomi riil Indonesia.(HS)


Dikutip dari: CNN Indonesia

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah
  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah
  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah
  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah
  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah
  • Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal 'Ugal-ugalan' Jadi Pemicu Rupiah Melemah