Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan

Imbas harga gas industri meroket, 55 ribu buruh di Bekasi terancam PHK. Wakil Ketua DPR RI langsung telepon Dirut Pertamina. Simak solusinya!
Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Jakarta - Sektor industri nasional kembali dihadapkan pada situasi pelik. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara resmi menerima laporan mendesak mengenai adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengintai sekitar 55 ribu buruh pabrik di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Badai PHK ini dipicu oleh lonjakan tajam harga gas untuk kebutuhan sektor industri.

Melansir informasi dari akun Instagram @mediaindonesia, Dasco langsung mengambil tindakan cepat setelah mendengar laporan tersebut. Di tengah-tengah agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta pada Selasa (23/6/2026), Dasco langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Dasco memaparkan situasi darurat mengenai ancaman PHK yang diakibatkan oleh melambungnya biaya produksi operasional pabrik. Ia meminta pihak Pertamina untuk segera duduk bersama perwakilan buruh guna memitigasi dampak buruk dan mencari jalan keluar yang solutif dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

"Jadi begini, Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini, ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar... pabrik-pabrik ini sekitar 55 ribu katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujar Dasco seperti dikutip dari unggahan @mediaindonesia. Merespons hal tersebut, Dirut Pertamina Simon Aloysius menyatakan kesepakatannya untuk segera melakukan diskusi bersama.

Sebelumnya, data mengenai ancaman PHK massal ini dilaporkan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. Andi Gani mengungkapkan bahwa ancaman efisiensi tenaga kerja ini diproyeksikan bisa mulai terjadi pada pekan depan jika tidak ada intervensi harga.

Pihak asosiasi pekerja sejatinya telah membicarakan persoalan ini dengan Menteri ESDM, yang menjanjikan akan ada keputusan regulasi harga pada pekan ini. Andi Gani memaparkan bahwa lonjakan harga gas industri saat ini sudah berada di luar batas kewajaran dan sangat memberatkan para pelaku usaha.

"Harga gas itu dari US$6, sekarang sudah US$23 per MMBTU. Jadi ini sangat mengerikan. Sebentar lagi menyusul tekstil, pokoknya yang makai gas industri pasti akan berat," pungkas Andi Gani melansir laporan @mediaindonesia. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan
  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan
  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan
  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan
  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan
  • Gas Industri Meroket, 55 Ribu Buruh di Bekasi Terancam Badai PHK Pekan Depan