Dugaan Manipulasi Ekspor CPO, Wilmar Buka Suara, GAPKI Dukung Langkah Hukum Menkeu
![]() |
| Dugaan Manipulasi Ekspor CPO, Wilmar Buka Suara, GAPKI Dukung Langkah Hukum Menkeu (Generate By Gemini AI) |
Suaratebo.net, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan manipulasi harga ekspor (under invoicing dan transfer pricing) minyak sawit mentah (CPO) oleh 10 perusahaan besar, termasuk Wilmar International Group dan Musim Mas Group. Modus yang digunakan adalah menjual CPO ke trading company di Singapura dengan harga dokumen 50% lebih rendah sebelum dikirim ke Amerika Serikat.
Merespons kabar tersebut, Wilmar International Limited memberikan klarifikasi resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX). Pihak manajemen menyatakan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima pemberitahuan ataupun dokumen resmi dari pemerintah Indonesia terkait penyelidikan atas dugaan manipulasi ekspor tersebut.
Meski belum ada surat resmi, Wilmar menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan sedang berkoordinasi dengan otoritas terkait demi memahami kekhawatiran yang muncul. Perusahaan raksasa sawit ini juga berjanji akan segera memberikan pembaruan informasi kepada para investor pasar begitu ada perkembangan regulasi terbaru.
Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan dukungannya terhadap sanksi hukum yang berlaku jika perusahaan tersebut terbukti melanggar, demi menjaga stabilitas dan nama baik industri sawit nasional.
"Kalau memang terbukti melakukan pelanggaran hukum, GAPKI mendukung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Eddy Martono seperti dikutip dari detikcom. (HS)


