Aset Iran US$6 Miliar Dicairkan, Donald Trump Desak Borong Produk Pertanian Amerika Serikat
![]() |
| Aset Iran US$6 Miliar Dicairkan, Donald Trump Desak Borong Produk Pertanian Amerika Serikat (Generate By Gemini AI) |
Suaratebo.net, Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan tegas mengenai rencana pengembalian aset milik Iran senilai US$6 miliar (setara Rp106 triliun) yang sebelumnya dibekukan. Trump menuntut agar dana yang saat ini tersimpan di Qatar tersebut dialokasikan seluruhnya untuk membeli produk makanan dan hasil pertanian dari Amerika Serikat.
Melansir CNN Indonesia, pencairan dana jumbo ini merupakan bagian dari poin krusial dalam kesepakatan sementara pasca-ketegangan militer di Timur Tengah. Langkah ini diambil guna meredakan konflik regional yang sebelumnya sempat mengguncang pasar global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pernyataan Donald Trump: Bantu Petani AS dan Warga Iran
Donald Trump menilai kebijakan ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi, dana tersebut dapat membantu ketahanan pangan Iran, sementara di sisi lain akan memberikan dampak ekonomi positif langsung bagi sektor agrikultur di Amerika Serikat.
"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan semua warganya. Jadi, uang yang kami cairkan akan diberikan kepada para petani kami," ujar Trump kepada wartawan, dikutip dari Reuters melalui CNN Indonesia.
Trump juga menegaskan bahwa Iran wajib mematuhi seluruh poin kesepakatan sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ia tanda tangani bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Paris, Prancis.
Peringatan Keras AS: "Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," tegas Trump.
Iran Tolak Intervensi dan Berikan Reaksi Keras
Di pihak lain, pemerintah Iran langsung merespons klaim sepihak tersebut. Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menyatakan dengan tegas bahwa Teheran sama sekali tidak memiliki kewajiban hukum untuk membelanjakan dana tersebut pada produk-produk hasil pertanian dari Amerika Serikat.
Melansir CNN Indonesia, berdasarkan laporan media lokal Iran Tasnim, Hemmati menjelaskan bahwa sisa dana yang dicairkan tersebut bersifat fleksibel. Iran memiliki hak penuh untuk memanfaatkannya dalam membeli komoditas lain di pasar internasional, selama barang-barang tersebut tidak masuk dalam daftar sanksi global.
Konteks Konflik AS-Iran
Kesepakatan Paris ini ditandatangani setelah ketegangan eskalasi militer yang melibatkan serangan udara AS-Israel ke Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Meskipun gencatan senjata dan kesepakatan ekonomi mulai berjalan, perang verbal mengenai pemanfaatan aset ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih diselimuti ketidakpercayaan yang mendalam. (HS)

