Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia

Waspada wabah Hantavirus varian Andes di kapal MV Hondius. Simak gejala, tingkat kematian, dan langkah antisipasi Kemenkes RI di sini.
Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia

Jakarta, Suaratebo – Publik dunia tengah dihebohkan dengan munculnya wabah Hantavirus, khususnya varian Andes, yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. Virus ini memicu kekhawatiran global setelah menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dalam pelayaran dari Argentina menuju Kepulauan Canary.

Meskipun wabah saat ini masih terkonsentrasi di lingkungan kapal, pemerintah Indonesia dan otoritas kesehatan dunia mulai memperketat pengawasan guna mencegah penyebaran lebih luas.

Kronologi Wabah Hantavirus di MV Hondius

Kapal pesiar MV Hondius memulai perjalanannya pada 1 April dari Pelabuhan Ushuaia, Argentina. Di tengah pelayaran, virus mulai menginfeksi penumpang. Hingga saat ini, laporan mengonfirmasi:

  • Korban Jiwa, Tiga orang meninggal dunia, terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman.
  • Kasus Terkonfirmasi, WHO menyatakan 5 dari 8 kasus suspek telah terkonfirmasi positif.
  • Pencarian Kontak, Negara-negara kini melacak penumpang yang turun di St Helena pada 24 April untuk mencegah transmisi lokal.
  • Suspek di Singapura, Dua warga Singapura yang ikut dalam pelayaran tersebut kini menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Mengenal Hantavirus Varian Andes: Mengapa Berbahaya?

Hantavirus adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia. Namun, varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan memiliki karakteristik yang jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis lainnya.

Epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan perbedaan mendasar varian Andes:

  • Penularan Manusia ke Manusia, Berbeda dengan varian lain yang hanya menular dari hewan ke manusia, varian Andes dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung (seperti berciuman atau hubungan seksual).
  • Tingkat Kematian Tinggi, Varian ini menyerang jantung, pembuluh darah, dan paru-paru dengan tingkat fatalitas mencapai 12% hingga 60%.
  • Masa Inkubasi, Gejala biasanya muncul dalam rentang 9 hingga 40 hari, dengan rata-rata muncul pada hari ke-18 hingga minggu ketiga.

Situasi Hantavirus di Indonesia (2024–2026)

Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat ada 23 kasus positif dengan 3 kematian sepanjang tahun 2024 hingga 2026.

Kasus-kasus ini tersebar di sembilan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di:

  • Jakarta, 6 kasus.
  • Yogyakarta, 6 kasus.
  • Jawa Barat, 5 kasus.

Provinsi lain seperti Kalbar, Sumbar, Banten, Sulut, NTT, dan Jatim masing-masing mencatat 1 kasus.

Kabar baiknya, varian yang ditemukan di Indonesia umumnya menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal, yang tingkat fatalitasnya lebih rendah (10%–15%) dibandingkan varian Andes yang menyerang paru-paru.

Langkah Antisipasi Pemerintah Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan infrastruktur deteksi dini. Kapasitas laboratorium PCR yang sudah tersebar luas sejak pandemi Covid-19 akan dimanfaatkan untuk memeriksa reagen khusus Hantavirus.

"Kita sudah koordinasi dengan WHO untuk panduan skrining. Kita siapkan alat uji baik dalam bentuk rapid test maupun reagen PCR," ujar Menkes Budi Gunadi.

Tips Pencegahan untuk Masyarakat

Untuk menghindari infeksi, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga Kebersihan Rumah, Pastikan lingkungan tidak menjadi sarang tikus dengan membersihkan sisa makanan.
  • Hindari Kontak Cairan Tikus, Virus menular melalui air liur, urine, atau kotoran tikus yang mencemari udara atau benda.
  • Waspada Hewan Peliharaan, Hewan pengerat peliharaan seperti hamster harus dijaga kesehatannya agar tidak menjadi sumber penularan.
  • Karantina Mandiri, Jika baru pulang dari negara endemis, disarankan membatasi kontak fisik sementara waktu meski tidak menunjukkan gejala.

Pemerintah terus memantau pergerakan manusia dari luar negeri untuk memastikan varian Andes yang mematikan tidak masuk dan menyebar di tanah air. (HS)


Sumber : BBC

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia
  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia
  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia
  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia
  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia
  • Waspada Wabah Hantavirus Varian Andes: Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius dan Kondisi di Indonesia