Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada

Waspada siklon & badai monsun Teluk Benggala Mei 2026. Hujan ekstrem dan gelombang tinggi intai Aceh hingga Thailand. Simak prediksi BMKG di sini!
Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Aceh - Sebuah sistem tekanan rendah yang berkembang di kawasan Teluk Benggala sejak Jumat, 15 Mei 2026, dilaporkan mulai bertransformasi menjadi ancaman badai monsun yang serius. Fenomena atmosfer ini membawa massa udara basah berskala besar yang diperkirakan akan memicu cuaca ekstrem di sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Selatan selama sepekan ke depan. Berdasarkan informasi terkini, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca mendadak.

Dampak dari pergerakan sistem tekanan rendah ini diprediksi meluas ke beberapa titik krusial. Wilayah yang berada dalam zona merah potensi cuaca buruk meliputi Kepulauan Andaman dan Nicobar (India), bagian selatan Myanmar khususnya wilayah Tanintharyi, serta sebagian besar wilayah Thailand bagian selatan hingga tengah termasuk Phuket, Krabi, Surat Thani, hingga wilayah ibu kota Bangkok dan sekitarnya. Di Indonesia sendiri, wilayah pesisir barat dan utara Provinsi Aceh menjadi area utama yang paling terdampak oleh sirkulasi cuaca ekstrem ini.

Menurut peringatan dini yang dirilis oleh akun IG @infogempadunia, "Jika sistem ini terus menguat, cuaca buruk berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan," yang menuntut langkah mitigasi cepat dari otoritas terkait dan warga setempat.

Daftar Potensi Dampak Hidrometeorologi yang Perlu Diwaspadai

Sistem monsun ini membawa serangkaian risiko bencana hidrometeorologi yang signifikan. Berikut adalah beberapa poin ancaman yang wajib diantisipasi:

  • Curah Hujan Tinggi, Potensi hujan lebat hingga kategori ekstrem secara persisten.
  • Angin Kencang, Kecepatan angin konstan berkisar antara 25–45 km/jam.
  • Aktivitas Aliran Udara, Hembusan angin mendadak (gusty) yang bisa mencapai kecepatan hingga 50 km/jam.
  • Ancaman Pesisir, Gelombang laut tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, yang berisiko memicu banjir rob.
  • Bencana Ikutan, Risiko tinggi terjadinya banjir bandang serta tanah longsor di area perbukitan.

Imbauan Keselamatan untuk Wilayah Pesisir Aceh

Mengingat wilayah Aceh, khususnya bagian barat dan utara, berada di jalur terdekat dari pusaran sistem tekanan rendah ini, nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut. Gelombang tinggi mencapai 4 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil hingga sedang. Selain gangguan mobilitas laut, masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan lereng rawan longsor diminta tetap memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala guna menghindari dampak fatal dari bencana hidrometeorologi ini. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada
  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada
  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada
  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada
  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada
  • Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala Memicu Badai Monsun, Wilayah Aceh hingga Thailand Masuk Status Waspada