Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung

Dugaan pungli berkedok sumbangan jalan di Tanjung Gadang, Sijunjung viral. Pengendara dipaksa bayar uang kopi. Simak kronologi lengkapnya di sini!

Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Sijunjung - Aksi premanisme jalanan berkedok sumbangan kembali dikeluhkan oleh masyarakat yang melintasi jalur lintas Sumatera. Sebuah laporan dari seorang warga yang identitasnya dirahasiakan mendadak viral di media sosial setelah mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan terkait dugaan pemaksaan sumbangan di titik perbaikan jalan kawasan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Praktik ilegal ini memicu kekhawatiran terkait aspek keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Insiden intimidasi ini terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, sekitar pukul 14.05 WIB. Korban yang saat itu sedang melakukan perjalanan bersama suami dan anak-anaknya sempat tertahan akibat sistem buka-tutup di titik perbaikan jalan. Namun, situasi berubah mencekam ketika arus lalu lintas mulai dibuka kembali. Sejumlah pemuda setempat yang berjaga di lokasi mulai meminta sumbangan kepada pengendara. Karena korban memutuskan untuk tidak memberi, mobil yang mereka kendarai sengaja dihentikan secara sepihak dan dihadang oleh oknum di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun IG @ranah.news, korban membagikan momen traumatis tersebut: "Kami terpaksa memberi karena takut ribut, apalagi ada anak-anak. Padahal jalan sudah bisa lewat, tapi mobil kami sengaja dihambat supaya mau bayar."

Modus "Uang Kopi" di Area Perbaikan Jalan

Menurut penuturan korban, seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun secara agresif mendekati kaca mobil dan memaksa meminta sejumlah uang dengan dalih untuk "beli kopi". Berada dalam posisi tertekan, merasa terancam, dan mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya di dalam kabin, korban akhirnya terpaksa menuruti permintaan pelaku.

Ironisnya, praktik pungutan liar (pungli) dengan modus operandi memanfaatkan momentum perbaikan infrastruktur jalan ini diduga kuat bukan pertama kalinya terjadi, melainkan sudah menjadi rahasia umum dan sering berulang di lokasi yang sama.

Desakan Tindakan Tegas dari Pihak Berwenang

Kasus yang menimpa keluarga ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah setempat. Pembiaran terhadap aksi premanisme berkedok sumbangan di fasilitas publik tidak hanya merugikan pengguna jalan secara materi dan psikologis, tetapi juga mencoreng citra keamanan wilayah Sijunjung secara keseluruhan. Masyarakat luas kini mendesak pihak kepolisian segera turun tangan dan menindak tegas para oknum pelaksana pungli jalanan agar jalur lintas Tanjung Gadang kembali aman untuk dilalui.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung
  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung
  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung
  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung
  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung
  • Resahkan Pengguna Jalan, Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Terjadi di Jalan Lintas Tanjung Gadang Sijunjung