Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah

Melansir laman Kemenkes, Menkes Budi pastikan kasus Hantavirus di Jakarta terkendali. Penularan 99% lewat tikus, bukan antarmanusia. Tetap waspada!
 Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperketat pemantauan terhadap kontak erat kasus Hantavirus yang ditemukan di wilayah DKI Jakarta. Melansir laman web Kemenkes, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena virus ini memiliki karakteristik penularan yang berbeda dengan COVID-19.

Respons Cepat Pemerintah dan Isolasi Pasien

Kasus ini bermula dari informasi otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026 mengenai kontak erat seorang WNA yang berada di kapal luar negeri. Menindaklanjuti hal tersebut, pada 8 Mei 2026, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.

"Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman," tegas Menkes Budi dalam keterangan persnya. Meskipun hasil pemeriksaan seluruh kontak erat saat ini menunjukkan hasil negatif, pasien tetap diisolasi selama masa pemantauan dua minggu sebagai langkah kehati-hatian (precautionary measures).

Mengenal Bahaya dan Gejala Hantavirus

Penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus ini memiliki dua manifestasi klinis utama:

  • Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), Menyerang organ ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu.
  • Hanta Pulmonary Syndrome (HPS), Menyerang fungsi paru-paru.

Menkes menjelaskan bahwa varian yang beredar di Indonesia berasal dari varian Asia dengan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 5 hingga 15 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan varian Andes di Amerika Selatan yang risiko kematiannya mencapai 60 persen.

Penularan Melalui Tikus, Bukan Antarmanusia

Salah satu poin penting yang ditekanan pemerintah adalah mekanisme penularannya. Sebanyak 99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik lewat gigitan maupun paparan cairan tubuh seperti urin dan feses.

"Virus ini tidak mudah menular antarmanusia. Penularan dominan melalui tikus," tambah Menkes. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan tikus di area tempat tinggal maupun tempat kerja.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk Hantavirus, sehingga penanganan medis yang dilakukan di RSPI Sulianti Saroso bersifat simtomatis dan suportif sesuai gejala yang muncul pada pasien. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah
  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah
  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah
  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah
  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah
  •  Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali: Penularan Antarmanusia Sangat Rendah