Heboh Semburan Api 100 Meter Saat Pengeboran Sumur di Aceh Utara, 3 Rumah Warga Hangus Terbakar
![]() |
| Heboh Semburan Api 100 Meter Saat Pengeboran Sumur di Aceh Utara, 3 Rumah Warga Hangus Terbakar (Generate By Gemnini AI) |
Suaratebo.net, Lhoksukon - Warga Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dikejutkan oleh fenomena alam yang mengerikan. Sebuah lubang pengeboran sumur air tiba-tiba mengeluarkan semburan lumpur bercampur gas dan kobaran api dahsyat pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa ketinggian semburan api ekstrem tersebut sempat mencapai estimasi hingga 100 meter ke udara. Akibat hawa panas dan jilatan api yang membubung tinggi, tiga unit rumah warga yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami rusak berat karena terbakar.
Tiga kepala keluarga yang rumahnya hangus teridentifikasi atas nama Badrisyah, Nur Aini, dan Sayuti. Selain merusak infrastruktur tempat tinggal, insiden ini juga memaksa sebanyak 12 kepala keluarga atau sekitar 52 jiwa untuk mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan mereka.
"Api sudah berhasil dipadamkan, situasi sudah kondusif dan lokasi kejadian masih dalam pemantauan," ungkap T. Zopan Mustika dalam laporan Pusdalops PB BPBA, dikutip dari Kumparan pada Sabtu (23/5/2026).
Penanganan Cepat dan Imbauan Zona Bahaya
Guna melokalisasi amukan si jago merah, BPBD Aceh Utara langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Landing. Upaya pemadaman taktis tersebut juga mendapat bantuan penuh dari satu unit armada fire rescue milik perusahaan Exxon Mobil yang bergerak cepat ke titik lokasi kejadian.
Meski kondisi kebakaran saat ini sudah berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan, area sekitar sumur bor tersebut masih terus dipantau secara ketat. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya potensi sisa gas beracun atau potensi semburan susulan yang dapat membahayakan keselamatan publik.
Petugas di lapangan mengimbau dengan keras kepada masyarakat setempat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan dilarang mendekati radius zona bahaya di sekitar titik semburan gas. Garis pengaman telah dipasang sementara waktu sembari menunggu tim ahli melakukan uji teknis terhadap kandungan gas tersebut. (HS)

