Scroll untuk melanjutkan membaca

Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI

Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI

Suaratebo.net – Kedaulatan maritim Indonesia kembali menjadi sorotan tajam setelah ditemukannya perangkat bawah air misterius di kawasan strategis Selat Lombok. Melansir informasi dari akun X @neVerAl0nely___, perangkat yang diidentifikasi sebagai Underwater Glider atau Subsurface Moored Sensor ini ditemukan oleh nelayan dalam kondisi berlumut, menandakan aktivitas ilegal yang telah berlangsung lama.

Perangkat tersebut memiliki tulisan China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), yang memicu kekhawatiran serius mengenai infiltrasi teknologi asing di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Penemuan ini mengungkap celah nyata dalam pengawasan bawah laut Indonesia di jalur pelayaran internasional yang sangat vital.

Signifikansi Strategis Selat Lombok dan ALKI II

Selat Lombok bukan sekadar jalur navigasi biasa. Kedalamannya yang ekstrem memungkinkan perlintasan kapal selam secara optimal tanpa terdeteksi. Berdasarkan unggahan @neVerAl0nely___, perangkat tanpa propeler ini bekerja secara pasif dengan memanfaatkan perubahan daya apung untuk merekam data hidrografi vital.

Data yang dikumpulkan meliputi:

  • Salinitas dan Suhu, Lapisan thermocline yang sangat krusial bagi operasi militer.
  • Pemetaan Zona Senyap, Memungkinkan kapal selam asing melintas tanpa terdeteksi oleh sonar lawan.
  • Pemantauan Akustik, Diduga merekam jejak suara kapal yang melintasi jalur tersebut.

Urgensi Penguatan Underwater Domain Awareness (UDA)

Temuan ini menjadi sinyal darurat bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem Underwater Domain Awareness (UDA). Mengingat posisi geopolitik Indonesia yang berada di titik silang dunia, pengamanan di wilayah perairan dalam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan mutlak.

Sebagaimana ditekankan dalam diskusi publik di media sosial, penetrasi teknologi asing yang tidak berizin ini menunjukkan perlunya peningkatan armada patroli dan integrasi teknologi sensor bawah laut mandiri. Hal ini penting demi menjaga kedaulatan maritim dari penetrasi teknologi asing yang dapat mengancam stabilitas nasional.

Menjaga Kedaulatan di Titik Silang Dunia

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia dituntut memiliki kendali penuh atas setiap jengkal wilayah lautnya. Kasus penemuan glider asing di Selat Lombok ini diharapkan menjadi momentum bagi pemangku kebijakan untuk mengevaluasi sistem pertahanan bawah laut secara menyeluruh.

Keamanan maritim adalah kunci utama dalam menjaga harga diri bangsa, terutama di jalur-jalur strategis yang menjadi incaran kekuatan global dalam memetakan navigasi bawah air mereka.

Sumber :
Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI
  • Penemuan Glider Asing di Selat Lombok, Alarm Keras Celah Keamanan Bawah Laut RI