![]() |
| Ancaman El Nino Godzilla 2026, Kombinasi IOD Positif dan Krisis Iklim di Indonesia |
Suaratebo.net - Indonesia kini berada dalam fase waspada tinggi menyusul peringatan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai fenomena "El Nino Godzilla". Istilah ini merujuk pada intensitas El Nino yang sangat kuat, di mana suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator meningkat secara ekstrem. Prediksi menunjukkan bahwa anomali cuaca ini akan memicu musim kemarau yang jauh lebih panjang dan suhu udara yang menyengat, dengan puncaknya diperkirakan bertahan hingga Oktober 2026.
Kondisi ini diperparah oleh munculnya Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Fenomena IOD positif menyebabkan suhu permukaan laut di wilayah barat Indonesia mendingin, sementara suhu hangat bergeser ke arah Afrika Timur. Akibatnya, pasokan uap air untuk pembentukan awan di wilayah Nusantara menurun drastis. Kombinasi "Double Whammy" antara El Nino Godzilla dan IOD positif ini secara historis pernah memicu kekeringan hebat, seperti yang terjadi pada tahun 1997 dan 2015.
Dampak Strategis, Kekeringan Ekstrem dan Risiko Karhutla
Wilayah bagian barat dan selatan Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, menjadi titik paling rentan. Berdasarkan data historis iklim, penurunan curah hujan saat fase IOD positif dan El Nino kuat dapat mencapai 50% hingga 80% di bawah normal. Hal ini tidak hanya mengancam ketahanan pangan akibat gagal panen (puso), tetapi juga memicu risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif.
- Wilayah Prioritas, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, serta Kalimantan Tengah dan Barat.
- Ancaman Kesehatan, Kabut asap lintas batas (transboundary haze) dan peningkatan penyakit ISPA.
- Ancaman Ekonomi, Penurunan debit air di bendungan utama yang mengganggu operasional PLTA dan irigasi pertanian.
Langkah Mitigasi dan Adaptasi
Pemerintah melalui BMKG dan BNPB menghimbau penguatan manajemen air melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebelum puncak kekeringan terjadi. Selain itu, sektor pertanian didorong untuk beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan serta optimalisasi embung. Masyarakat juga diminta untuk menghemat penggunaan air bersih dan menghindari aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar (zero burning), mengingat sensitivitas vegetasi yang mengering akan sangat mudah tersulut api dalam kondisi El Nino Godzilla. (HS)

