Scroll untuk melanjutkan membaca

Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang

Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang

Suaratebo.net, Padang, Sumatera Barat - Kerusakan infrastruktur akibat banjir di wilayah Guo, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, mulai teratasi. Melalui program pengabdian masyarakat kolaboratif, penyediaan sanitasi dan air bersih yang layak kini menjadi prioritas untuk membangun kembali ketangguhan warga pascabencana, mulai 24-28 Desember 2025.

Program ini merupakan respons cepat atas menurunnya kualitas kesehatan warga akibat rusaknya sistem perpipaan dan pencemaran air sungai yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan harian.

Solusi Air Bersih, Beralih dari Sungai ke Mata Air

Sebelum bencana, warga Guo sangat bergantung pada air sungai. Namun, pascabanjir, tingkat kekeruhan yang tinggi dan risiko pencemaran membuat air sungai tidak lagi layak konsumsi.

Sebagai solusi berkelanjutan, tim ahli melakukan survei teknis untuk mengalihkan sumber air ke mata air alternatif. Pembangunan sistem penyediaan air bersih ini mencakup:

  • Broncaptering, Sistem penyadapan mata air yang aman.
  • Pipa Transmisi & Reservoir, Pembangunan bak penampung utama yang kokoh.
  • Sistem Distribusi, Pemasangan tiga tangki air besar yang dilengkapi masing-masing sepuluh keran (water point).

Sistem ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan 210 hingga 270 jiwa di wilayah tersebut.

Rehabilitasi Sanitasi Tangguh Bencana

Selain air bersih, pemulihan toilet bersama menjadi fokus utama. Fasilitas sanitasi yang sebelumnya tertimbun lumpur kini dibangun kembali dengan konsep infrastruktur tangguh bencana.

Intervensi yang dilakukan meliputi:

  • Peninggian Bangunan, Struktur toilet ditinggikan dengan tanah urugan untuk meminimalisir risiko banjir di masa depan.
  • Pembaruan Fasilitas, Pemasangan kloset baru, perpipaan modern, dan pembangunan tangki septik pengolahan limbah.
  • Pengamanan Tambahan, Pembangunan tanggul sederhana di jalur anak sungai di belakang toilet.

Fasilitas ini terdiri dari delapan bilik (empat pria dan empat wanita) yang diperkirakan akan melayani sekitar 100 jiwa.

Kolaborasi Strategis Akademisi dan Masyarakat

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ramadhani Eka Putera dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan dukungan dana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Tim pelaksana melibatkan keahlian lintas instansi:

  • ITB, Dosen dan alumni Teknik Lingkungan serta Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih.
  • Universitas Andalas (UNAND), Dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan.
  • Lokal & TNI, Melibatkan Ketua RT/RW, Lurah Kuranji, Pengurus Masjid Taqwa, Babinsa, dan TNI Yonif TP 844/Ksatria Batanghari.

Suara Masyarakat, Harapan di Tengah Kesulitan

Kebutuhan akan air bersih sangat mendesak. Martha Suriadi, Ketua RT 001/RW 006 Guo, mengungkapkan betapa sulitnya warga mendapatkan air layak konsumsi setelah bencana. "Masyarakat kesulitan memperoleh air bersih setelah banjir. Sangat terbantu dengan adanya pengabdian masyarakat ini," ujarnya.

Dampak kesehatan juga mulai dirasakan warga sebelum bantuan ini tiba. Salah satu warga mengeluhkan, "Sekarang gatal-gatal menggunakan air sungai, sangat menanti air bersih dapat mengalir." Sementara yang lain menambahkan, "Kapan bisa mendapat air bersih, ini jauh sekali mengambil air."

Harapan besar juga disematkan pada perbaikan fasilitas ibadah. “Kami dengan senang hati menerima perbaikan WC musholla karena merupakan fasilitas umum yang digunakan cukup banyak masyarakat,” ungkap salah seorang pengurus fasilitas ibadah.

Komitmen Jangka Panjang

Dr. Ir. Dyah Wulandari Putri, S.T., M.S., salah satu tim pelaksana, menekankan pentingnya keberlanjutan infrastruktur ini.

"Semoga dengan pembangunan sistem penyediaan air bersih dan toilet bersama yang layak dengan pelibatan pemangku kepentingan setempat dan sebagian warga, infrastruktur yang terbangun dapat berfungsi dengan optimal, berkelanjutan, serta menjadi infrastruktur yang lebih tangguh," pungkasnya.

Melalui pemberdayaan masyarakat sejak tahap perencanaan, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemulihan fisik, tetapi juga meningkatkan ketahanan mental dan kemandirian warga Guo dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.

Tim Air dan Sanitasi

Kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi ini dilaksanakan oleh Tim Air dan Sanitasi yang merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Teknik Lingkungan Universitas Andalas (UNAND). Dari ITB, tim terdiri atas dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, yaitu Dr. Ir. Dyah Wulandari Putri, S.T., M.S., dan Mayrina Firdayati, S.Si., M.T., dengan dukungan para asisten Gusmiati Soedarno, S.T., M.T., Amy Angelia, S.T., M.T., serta Ashifa Nurul Ilmi, S.T., yang merupakan alumni Program Sarjana Rekayasa Infrastruktur Lingkungan dan Program Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi.

Kolaborasi juga melibatkan sivitas akademika Teknik Lingkungan Universitas Andalas (UNAND), yang diwakili oleh dosen Dr. Ir. Ansiha Nur, S.T., M.T., dan Ir. Regina Mardatillah, S.T., M.Env.St. Kegiatan ini turut didukung oleh asisten dan mahasiswa Teknik Lingkungan UNAND, yakni Wildani Saputri Sihombing, S.T. sebagai asisten sekaligus alumni TL UNAND, bersama Muhammad Hidayat, Alicia Maivi Putri, Ahmad Naufal, Alifah Nurul Aulia, dan Muhammad Atsiil Dhaifullah. Keterlibatan lintas institusi ini memperkuat sinergi akademisi dalam mendukung pemulihan pascabencana dan peningkatan kualitas layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat Guo.


Baca Juga
Berita Terbaru
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pulihkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Pasca-Banjir di Guo, Padang