![]() |
| Ilustrasi kebun sawit/Meta Ai |
Suaratebo.net - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah berhasil menguasai kembali 2,09 juta hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia selama periode Februari hingga Juni 2025. Penguasaan lahan ini mencakup perkebunan sawit hingga kawasan taman nasional.
Penguasaan Lahan dalam Dua Tahap
Ketua Pelaksana Satgas PKH RI, Febrie Adriansyah, menjelaskan bahwa penguasaan kembali lahan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, lahan seluas 1,01 juta hektar berhasil dikuasai selama Februari-Maret 2025 di sembilan provinsi dan mencakup 369 korporasi. Kemudian, tahap kedua berlangsung pada April-Juni 2025 dengan luasan 1,07 juta hektar di 12 provinsi dan menyasar 315 perusahaan.
Lahan Sawit Dikelola BUMN
Febrie Adriansyah menuturkan bahwa sebagian besar lahan sawit yang telah dikuasai kembali akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Total luas lahan sawit yang diserahkan kepada BUMN tersebut mencapai 438.866,171 hektar.
Keberhasilan Menyelamatkan Kawasan Taman Nasional
Satgas PKH juga berhasil menyelamatkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO. Febrie berharap keberhasilan ini dapat menjadi percontohan dalam menjaga taman nasional di Indonesia.
Komitmen Pemerintah
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa pembentukan Satgas PKH merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyelamatkan kawasan hutan serta kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa pengelolaan sawit oleh BUMN akan diarahkan untuk kemaslahatan rakyat, sementara upaya konservasi alam dan keanekaragaman hayati terus diperkuat. (HS)
Sumber : Kompas dirangkum Rabu, 9 Juli 2025.




