Pemelik Cafe Lumiere Paksa Wartawan Menghapus Video Saat Razia Yustisi

Pemelik Cafe Lumiere Paksa Wartawan Menghapus Video Saat Razia Yustisi


Suaratebo.net, Bungo - Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Bungo, yang melaksanakan operasi yustisi dan penertiban berlakukan jam malam demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Bungo, terdiri dari gabungan Satpol PP, Polri dan TNI, Sabtu (17/10) malam.

Dalam operasis ini masih ditemukan beberapa tempat usaha yang masih membandel. Salah satunya yakni Lumiere Cafe yang berada tak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muaro Bungo.

Selain melanggar jam malam, saat melakukan razia, petugas gabungan juga menemukan beberapa pengunjung sedang menikmati minuman beralkohol di diskotik tepatnya di lantai dua cafe.

Pada saat Tim masuk, pemilik cafe melihat ada media televisi yang mengambil gambar langsung berang dan terjadi wartawan dan pemilik cafe hingga memaksa meminta menghapus semua rekaman video wartawan. Pasalnya, pemilik cafe tidak terima razia tersebut divideokan.

"Memang benar kita dapati pengunjung sedang menikmati minuman beralkohol. Saat razia, kita paksa langsung pemilik tempat untuk menutup usahanya karena sudah melewati jam malam ," ucap Ikhwan Syam, Kabid Trantip Satpol PP Bungo.

Ikhwan Syam menyebutkan pihaknya akan memberikan surat teguran kepada seluruh tempat usaha yang masih melanggar himbauan jam malam. Jika masih melanggar, maka akan diberikan sanksi tegas.

"Pertama kita berikan dulu teguran. Jika masih membangkang, maka akan kita tindak tegas seperti pencabutan izin usaha. Untuk itu, kita meminta agar semua pemilik usaha mematuhi himbauan kita ," tutupnya.

Dilain sisi ketua DPW Join Provinsi Jambi Zakarya menyayangkan tindakan pemilik Lumier Cafe terhadap salah satu wartawan yang memaksa untuk menghapus rekaman vidio tersebut.

Pria yang akrab disapa Jeck ini berharapa kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain itu, ia juga berharap instansi terkait memberikan sanksi tegas kepada tempat usaha yang masih membangkang.

"Cukup kita sayangkan adanya kejadian ini. Kita meminta pemilik usaha ini diberikan sanksi tegas. Agar bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Hingga kemudian tidak lagi terulang kejadian seperti ini ," ucap Jeck. (Red-ST)