Temui Bupati, Tomas Desa Kuamang Sampaikan Catatan Dugaan Dosa Kades

Temui Bupati, Tomas Desa Kuamang Sampaikan Catatan Dugaan Dosa Kades

 
Suaratebo.net - Lagi-lagi krisis kepercayaan warga dengan Kepala Desa (Kades) kembali mencuat. Kali ini protes datang dari warga desa Kuamang, Kecamatan VII Koto. Senin (31/8), sekitar pukul 10.00 Wib, sejumlah Toko Masyarakat (Tomas) mendatangi rumah dinas Bupati Tebo, menyampaikan bermacam dugaan buku dosa kades serta meminta Bupati menonaktifkan segera kades mereka.

Pantauan dilapangan, awalnya warga Kuamang hendak melakukan aksi demo untuk menurunkan jabatan Kades Rozian, namun, niat tersebut bisa digagalkan karena bupati menyarankan untuk melakukan dialog langsung  dengan dirinya dan saran tersebut dapat diterima warga.

Delapan orang Tokoh Masyarakat (Tomas) dari desa Kuamang disambut baik oleh Bupati dan dilakukan dialog, beberapa catatan dugaan dosa kades disampaikan secara gamblang oleh utusan warga tersebut.

Berikut poin penting yang disampaikan Tomas tersebut kepada bupati. Pertama, mereka menduga kades melakukan pengelapan dana retbusi penyebrangan air, kedua, dugaan menjual Tanah Kas Desa (TKD) seluas 2 ha. Ketiga, penggelapan kartu KIS dan PKH. Selanjutnya, menunggu uang Sertifikat program PRONA sebanyak 100 eks sertifikat, penggelapan dana rental mesin padi bantuan pemerintah kepada warga Solok Selatan (Sumbar).

Kemudian dugaan penggelapan dana pendamping desa dan penggelapan dana ADD dan DD yang diluncurkan pemerintah ke Desa Kuamang, semasa jabatan. 

"Intinya pak Bupati, sebelum kesabaran warga habis, kita minta Kades dinonaktifkan," ungkap utusan warga kepada Bupati.

Bupati Tebo Dr. H. Sukandar setelah menerima pengaduan dari utusan masyarakat, ia menyampaikan diawali penyampaian terima kasih atas kehadiran dari mereka yang sudah bersedia berdialog langsung dalam urusan desa. 

"Saya memberikan apresiasi atas kehadiran dari warga Kuamang mau melakukan dialog untuk permasalahan desa. Demo juga tidak menyelesaikan masalah. Apalagi dimasa Pandemi Covid-19 ini," ujarnya.

Bupati, mengakui dihadapan utusan warga, rencana demo  dibatalkan karena salah satu menelpon diri, dan saya minta datang langsung untuk dialog.

"Terima kasih telah membatalkan aksi demo dan hadir langsung ke sini untuk dialog," imbuh bupati.

Atas apa yang disampaikan oleh utusan warga, Sukandar mengakui akan menindak lanjuti langsung dan dalam waktu dekat akan segera menurunkan tim ke lapangan. Dari hasil investigasi Tim secepatnya pemerintah akan menentukan sikap.

"Segera saya turunkan tim, kalau hasilnya investigasi sesuai dengan apa yang dilaporkan. Kades bisa ditegur bahkan juga bisa dipecat dari jabatannya. Mohon bersabar kita lihat fakta dari tim dulu, nanti saya tentukan sikap," ungkap Sukandar didepan warga. 

Setelah melakukan dialog, mereka mohon pamit dan utusan ini juga langsung menuju ke Mapolres Tebo untuk melaporkan Kades mereka. (Ns)