google-site-verification=bB-X4z6_xXeI72_wdRL6X4bzdLSoAXLWxU0FGIIw1so Ketua DPW SPI Angkat Bicara Terkait Konflik Lahan di Desa Napal Putih

Ketua DPW SPI Angkat Bicara Terkait Konflik Lahan di Desa Napal Putih



SUARATEBO.NET - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Provinsi Jambi, Sarwadi angkat bicara terkait insiden pembakaran 5 unit alat berat PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) yang terjadi di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Jambi, yang terjadi, pada Senin (12/05/2019) lalu.

Seperti yang dikutip dari media online Gatra.com, dirinya menyatakan sangat tidak setuju atas pembakaran alat berat tersebut. Pasalnya, dengan pembakaran tersebut justru menambah maslah baru atas proses penyelesaian konflik yang sedang berproses. “Kami minta agar semua pihak untuk bisa menahan diri sampai proses penyelesaian konflik selesai dengan damai,” kata Sarwadi, Kamis (16/05/2019).

“Ini kami sedang berada di Jakarta  bertemu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan pihak terkait lainya untuk melanjutkan proses penyelesaian konflik yang sudah berjalan selama ini,” kata dia lagi. 

Sarwadi menceritakan bahwa PT. LAJ anak perusahaan dari PT. Royal Lestari Utama (RLU) yang merupakan perusahaan patungan antara Barito Pasifik dengan Michelin Perancis, telah melakukan penggusuran kebun-kebun karet petani di desa tersebut.

Atas persoalan itu, SPI Jambi menyampaikan bahwa para petani telah lebih dahulu bertani di desa Napal Putih dari pada pihak Perusahaan RLU/LAJ.

Sementara, program penanaman karet LAJ/RLU yang dibiayai oleh pinjamanan Internasional melalui Tropical Landscape Finance Facility (TLFF) dengan syarat keberlanjutan lingkungan dan sosial kesejahteraan masyarakat setempat, namun yang terjadi justru penggusuran dan intimidasi.

“Untuk itu kami menolak keterlibatan konsorsium lembaga pinjaman Internasional yang disalurkan melalui TLFF untuk membiayai penggusuran lahan petani dari tanahnya,”kata Sarwadi.

“Atas dasar itu, kami meminta kepada KLHK untuk mendistribusikan tanah tersebut kepada petani,”kata dia. (ST,END)