Warga Berang; Tanah Kebun TKD Dijual Oknum Desa

Warga Berang; Tanah Kebun TKD Dijual Oknum Desa



Suaratebo.net, Merangin - Warga desa papit kecamatan pamenang barat kabupaten merangin geram akibat ulah satu orang yang berinisial “M” di duga merupakan perangkat desa, yang menjual lahan milik desa yang besarnya dua hektar, di jual oleh seorang yang di percaya di desa papit tersebut. 

Pada Jum'at (03/08) sekitar pukul 13.30 Wib sapai 17.26 Wib dilakukan Musyawarah untuk warga papit yang ingin menyampaikan pendapat terhadap selalah seorang yang oknum yang menjual lahan Tanah Kepemilikn Desa (TKD) yang seluas 2 ha tesebut. 

Rapat nyaris ricuh, dikarnakan alasan oknum yang menjual tanah tersebut mengatakan bahwa tanah yang dijual tersebut uangnya untuk membangun mushola di Desa Papit.

"Demi Allah sayo jual lahan tu untuk bikin musolah, sepeserpun idak ado sayo makan duit TKD tu, dan pribadi sayo kalau masyarakat minta di kembalikan, kito runding dulu samo yang beli masih mau apo idak orang yang beli tu balikan lahan tu" Ujar “M” oknum yang di duga menjual lahan TKD tersebut, saat di konfirmasi usai rapat. 

Lucunya Kades Papit Lukam tidak mengetahui adanya transaksi jual beli tanah desa tersebut, dan Lukman juga akan membantu menindaklanjuti permasalahan tersebu.
“Saya tidak mengetahui adanya jual beli tanah desa ini, namun kita akan membantu dalam perundingan ini nantinya, berapapun biaya yang dikeluarkan, desa yang akan menanggungnya” Jelas Lukman

Kades Lukman mengaku pernah di telpon oleh “M” bahwa M menjual Kebun TKD, mendengar hal tersebut Lukman pun menjadi kaget.
“Saya tidak tau kalau lahan itu dijual, tapi saat saya sedang di Jambi M menelpon saya dan mengatakan, “Man Kebud TKD Sayo Jual” karna kaget spontan saya mengatakan “iya” jelas Lukaman lagi.

Musyawarah yang sangat alot tidak menemukan solusi yang tepat, malah kades yang memutuskan untuk mengganti biaya tersebut melalui desa, terang saja masyarakat marah.

“Enak saja ganti pake dana desa, yang menjual si M, kenapa desa yang ganti (seraya bersorak serentak), “ Teriak warga yang merasa kecewa atas keputusan kades terrsebut.  (Qq)