Kades Sebut Rekanan Yang Sibuk Ingin Bongkar Aset Desa

Kades Sebut Rekanan Yang Sibuk Ingin Bongkar Aset Desa


Suaratebo.net, Tebo - Pemindahan lokasi pembangunan Islamic Center atau masjid agung Mini di Kecamatan Rimbo Ulu, kian tambah memanas. Dimana tiga tuntutan warga, yakni mengembalikan lagi lokasi prmbangunan Islamic Center sesuai dengan kesepakatan awal, Membangun kembali beberapa bangunan desa yakni Balai Desa, Posyandu, TK dan Kantor BPD Suka Damai yang dibongkar paksa oleh oknum perangkat desa serta mengembalikan status Sekretaris Desa yang saat ini dipimpin oleh Marban yang notabene adalah suami salah satu anggota DPRD Tebo.

Dari 3 tuntutan tersebut, warga Desa Suka Damai telah menerima jawaban dari Kepala Desa, Solikhin, Camat Rimbo Ulu, Hj Siti Nariyah dan jawabannya sangat mengejutkan warga. Pemindahan lokasi pembangunan Islami Center tanpa diketahui Kades dan Camat, termasuk dengan pembongkaran asset desa seperti Balai Desa, Posyandu, TK dan Kantor BPD.

Mendengar jawaban tersebut warga bertekat akan melaporkan semua kejanggalan yang terjadi serta pengrusakan terhadap asset desa keranah hukum.

"Kami akan laporkan pengrusakan terhadap asset desa yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab ke pihak Penegak Hukum,"tegas Wasri Wardono koordinator aksi yang diamini oleh tokoh adat dan tokoh agama Desa Suka Damai.

Laporan keranah hukum ini akan dilakukan bila janji dari Kepala Desa dan Camat untuk menyelesaikan soal ini tidak dipenuhi. "Kami tunggu janji dari Kades yang akan mencari tahu pelaku pengrusakan dan meminta pelaku untuk bertanggungjawab, jika tidak dilakukan dalam waktu singkat, kami akan laporkan semuanya pada penegak hukum,"pungkas Wasri yang berjanji akan kembali menggelar aksi dalam jumlah yang lebih besar.

Kades Suka Damai,  Solikhin, saat dijumpai Suaratebo.net dikantor desa, mengatakan bahwa pembongkaran itu dilakukan oleh Kharis (rekanan pelaksana pembangunan), kalau ngga mereka (kharis.red) membokarnya dengan alat berat, kata kades.

"Mereka rekanan (kharis.red), uang datang ingin bongkaran bangunan, kata dia kalau da desa yang bongkar, mereka akan gunakan alat berat bongkarnya,"jelas kades.

Saat disinggung tentang pemindahan lokasi pembangunan islamoc center, kades juga mengatakan tidak tahu sama sekali pemindahan, pada saat itu kharis juga yang datang menemui dan mengatakan lokasi pembangunan pindah dari tempat awal hasil musyawarah ke deoan kantor desa. Ujarnya.

"Pokoknya kami tahu pemindahan lokasi pembangunan islamic center dari kharis juga yang datang kekantor desa, "ungkapnya lagi. (ST-BS2)