Prabowo Bikin Tim Khusus Kaji Kuliah Gratis di PTN, Target Hitungan Kelar Sebulan
![]() |
| Ilustrasi PTN Gratis (Generate By Gemini AI) |
Jakarta, Suaratebo.net - Pemerintah bergerak cepat merealisasikan komitmen pendidikan tinggi terjangkau. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mengkaji dan merinci kebutuhan anggaran program kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Melansir Detikcom, tim antar-kementerian ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, serta melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Agama, hingga Menteri Keuangan.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa tim lintas kementerian ini mengemban tugas utama membedah seluruh komponen pembiayaan di PTN agar mendapatkan kalkulasi yang rasional dan sesuai dengan kemampuan APBN.
"Tadi Bapak Presiden menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus dipimpin Pak Menko PMK yang akan mem-breakdown lagi hitungan-hitungan," ujar Brian dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta.
Skema Simulasi Anggaran dan Sumber Pendapatan PTN
Kajian mendalam yang tengah berjalan tidak hanya berfokus pada penghapusan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pemerintah juga mengkalkulasi skema penyesuaian Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dari jalur mandiri serta pemanfaatan subsidi silang dari program pascasarjana.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan kuliah gratis tidak mengganggu stabilitas operasional serta mutu akademik di setiap perguruan tinggi negeri.
"Beberapa hitungan sudah kita lakukan, mulai dari pendapatan UKT saat ini, IPI jalur mandiri, hingga pendapatan lain seperti subsidi silang dari pascasarjana ke program sarjana. Angka-angka tersebut akan kita diskusikan menyesuaikan ruang fiskal yang tersedia," jelas Brian.
Target Waktu Kajian dan Tahapan Implementasi
Pemerintah menargetkan formulasi perhitungan anggaran ini selesai dalam rentang waktu dua minggu hingga satu bulan. Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya dilaporkan kembali kepada Presiden Prabowo guna menentukan kebijakan dan tahapan eksekusi secara bertahap.
Meskipun Kepala Negara menginginkan agar program kuliah gratis dapat dinikmati masyarakat secepat mungkin, pelaksanaannya tetap akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penyesuaian kapasitas fiskal negara.
"Harapannya secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung sekaligus," pungkasnya. (HS)
Selengkapnya Disini

