Skandal Kecurangan Ujian CPNS Thailand Terbongkar, 5.925 Pegawai Terancam Dipecat Masal
![]() |
| Skandal Kecurangan Ujian CPNS Thailand Terbongkar, 5.925 Pegawai Terancam Dipecat Masal |
Bangkok, Suaratebo.net - Skandal manipulasi dan kecurangan massal dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Thailand kini memasuki babak baru. Sebanyak 5.925 pegawai pemerintah daerah (pemda) diperkirakan bakal kehilangan status dan pekerjaan mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada bulan ini.
Melansir CNBC Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Worasit Liangprasit, menegaskan bahwa komite khusus yang menangani penyelidikan ujian dan manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar rapat intensif pada pekan ini. Pihaknya menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk bergerak cepat mencopot oknum-oknum yang terbukti curang.
"Manipulasi ini menjadi kasus korupsi terbesar di Thailand. Sekitar 10.000 orang terlibat dalam operasi curang yang mulai terbongkar pada bulan Juni tersebut," tegas Worasit Liangprasit.
Sindikat Garap Uang Pelamar Hingga Rp 1,8 Triliun
Fokus utama penyidikan otoritas Thailand tertuju pada proses seleksi rekrutmen untuk Departemen Administrasi Daerah yang digelar pada tahun 2025. Kala itu, pihak departemen mempercayakan Universitas Srinakharinwirot sebagai pihak penyelenggara ujian.
Ketatnya persaingan di mana lebih dari 400.000 pelamar bersaing memperebutkan hanya 6.669 formasi dimanfaatkan oleh jaringan sindikat ilegal. Tim penyidik meyakini sindikat tersebut telah mengeruk dana fantastis mencapai lebih dari 4,00 miliar baht atau setara dengan Rp 1,80 triliun dari para peserta yang menginginkan jaminan lulus.
Pejabat Senior Kampus hingga Mantan Dirjen Terseret
Proses hukum terhadap para pelaku terus berjalan di kepolisian. Komisaris Biro Investigasi Pusat (CIB), Pol Lt Gen Nathasak Chaowanasai, mengonfirmasi bahwa penyidik kepolisian telah menetapkan dakwaan resmi terhadap 13 orang tersangka.
"Lima tersangka di antaranya telah mengakui tuduhan tersebut, yang mana salah satunya merupakan seorang pejabat senior dari Universitas Srinakharinwirot," ungkap Nathasak Chaowanasai.
Sementara itu, delapan tersangka lainnya dilaporkan belum kooperatif dan menunda jadwal pemeriksaan. Salah satu sosok kunci yang mangkir dari panggilan kepolisian yaitu mantan Direktur Jenderal Departemen Administrasi Daerah, Teeruth Supawiboonpol.
Pihak CIB menegaskan akan terus mengejar seluruh pihak yang terlibat dan memperkirakan para tersangka yang belum hadir akan diperiksa oleh kepolisian paling lambat pada awal pekan depan. (HS)
Selengkapnya Disini

